Lompat ke isi utama

Berita

Tingkatkan Soft Skill Pegawai, Bawaslu Rembang Gelar Pelatihan Public Speaking

WhatsApp Image 2025-09-03 at 13.17.19

Bawaslu Kabupaten Rembang saat menggelar kegiatan Pelatihan Public Speaking di ruang rapat kantor Bawaslu Kabupaten Rembang, Selasa (2/9).

Rembang – Bawaslu Kabupaten Rembang menggelar kegiatan Pelatihan Public Speaking di ruang rapat kantor Bawaslu Kabupaten Rembang. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Rembang Totok Suparyanto, Anggota Bawaslu Rembang Nibrosu Rohid dan diikuti oleh seluruh jajaran staf sekretariat dengan tujuan meningkatkan soft skill public speaking, Selasa (2/9).

Pada sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang Totok Suparyanto menyampaikan bahwa penguasaan keterampilan berbicara di depan publik sangat penting bagi jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Rembang. 

“Hal ini dikarenan jajaran pengawas pemilu dituntut mampu memberikan sosialisasi dan edukasi serta menyampaikan informasi dengan jelas dan meyakinkan kepada masyarakat,” jelas Totok.

Public speaking bukan hanya soal berbicara, tapi juga bagaimana kita membangun kepercayaan dan menghadirkan pesan yang mudah dipahami masyarakat. Ini sangat relevan untuk mendukung kerja-kerja pengawasan partisipatif,” imbuh Totok.

Totok juga menegaskan sebagai lembaga yang memiliki mandat untuk melakukan pencegahan, pengawasan, hingga penindakan terhadap pelanggaran pemilu, pelatihan public speaking merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung tugas-tugas yang dijalankan oleh Bawaslu. 

“Jadi kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi kunci utama untuk mendukung tugas-tugas di Bawaslu,” tegas Totok.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber berpengalaman yaitu Romi Adi yang memberikan materi mengenai teknik verbal (kata-kata), vocal (tempo, volume, jeda), visual (bahasa tubuh). 

Pada kesempatan tersebut Romi menyampaikan penting untuk kita belajar public speaking guna meningkatkan rasa percaya diri, membantu dalam karir dan Pendidikan, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

“Sebelum memulai public speaking, kita harus bisa menata mindset atau pola pikir kita. Karena pikiran buruk kita adalah maut, pikiran membentuk perasaan, perasaan membentuk tindakan, dan tindakan membentuk kenyataan,” jelas Romi.

Selain teori, Romi selaku narasumber juga memberikan kesempatan praktik langsung melalui simulasi petugas MC (Master of Ceremony) kepada peserta kegiatan tersebut.

Sebagai penutup, Totok berharap seluruh jajaran dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan materi pengawasan pemilu, baik saat berinteraksi dengan masyarakat maupun dalam forum resmi.(*)

WhatsApp Image 2025-09-03 at 13.17.19

Penulis & foto : Ian

Editor : Hanif