Lompat ke isi utama

Berita

SMK Muhammadiyah Rembang Apresiasi “Bawaslu Goes to School”

WhatsApp Image 2025-09-22 at 07.47.14 (1).jpeg

Kepala SMK Muhammadiyah Rembang, Mochamad Akrom saat menjamu Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto pada kunjungannya ke SMK Muhammadiyah Rembang, Senin (22/9)

Rembang, 22 September 2025 —Suasana upacara bendera di SMK Muhammadiyah Rembang pada Senin pagi (22/9) terasa berbeda dari biasanya. Para siswa mendapat kunjungan istimewa dari Bawaslu Kabupaten Rembang yang hadir dalam rangka kegiatan “Bawaslu Goes to School”, sebuah program edukasi kepemiluan yang menyasar pemilih pemula di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya berpartisipasi aktif dalam pemilu, serta menanamkan kesadaran berdemokrasi sejak dini.

Ajak Siswa Jadi Pemilih Cerdas

Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto, mengajak seluruh siswa untuk menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Disampaikan dengan gaya yang santai namun tetap serius, Totok menjelaskan bahwa pemilu bukan sekadar memilih calon yang populer, melainkan memilih pemimpin dengan visi dan niat baik untuk rakyat.

“Pemilu itu bukan soal memilih yang paling terkenal, tapi memilih yang punya visi dan niat baik untuk rakyat,” tegasnya.

Tidak hanya berbicara soal teknis pemilu, Bawaslu juga menanamkan nilai-nilai semangat dan harapan kepada generasi muda agar tidak apatis terhadap politik. Pesan yang cukup menyentuh pun disampaikan:

“Jadi pemilih jangan asal-asalan, tapi juga jangan kehilangan harapan.”

Pesan ini bertujuan membangkitkan semangat pemilih pemula agar tetap optimis bahwa satu suara mereka sangat berarti bagi masa depan bangsa.

 

Apresiasi dari Kepala Sekolah

Kepala SMK Muhammadiyah Rembang, Mochamad Akrom, memberikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan “Bawaslu Goes to School” sangat relevan dan bermanfaat dalam mendidik siswa menjadi warga negara yang sadar demokrasi.

“Kegiatan ini sangat membantu murid kami dalam meningkatkan pengetahuan tentang demokrasi dan kepemiluan. Anak-anak jadi tahu kapan mereka bisa berpartisipasi dalam pesta demokrasi Indonesia, mengenal jenis-jenis pemilihan, dan terdorong untuk aktif sebagai pemilih pemula,” ujar Akrom.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa siswa kini memiliki bekal penting untuk menilai calon pemimpin secara bijak, serta memahami berbagai bentuk pelanggaran pemilu.

“Kami atas nama sekolah sangat senang karena murid kami mendapat informasi yang bermanfaat tentang pengawasan kepemiluan. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bawaslu Kabupaten Rembang atas kesediaannya berbagi ilmu dan semangat demokrasi kepada generasi muda,” pungkasnya.

Pertanyaan dari Siswa: Apakah Masyarakat Bisa Ikut Mengawasi Pemilu?

Menariknya, pada sesi interaktif di akhir kegiatan, sejumlah siswa tampak antusias dan aktif bertanya. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah:

“Apakah masyarakat bisa ikut berperan serta dalam mengawasi pemilu atau pemilihan?”

Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh tim Bawaslu yang menjelaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak dan tanggung jawab untuk ikut mengawasi jalannya pemilu. Masyarakat bisa melaporkan pelanggaran yang ditemukan di lapangan melalui berbagai kanal resmi Bawaslu, termasuk melalui aplikasi dan layanan pengaduan masyarakat.

Dengan adanya partisipasi aktif dari masyarakat, termasuk pemilih pemula, diharapkan kualitas pemilu di Indonesia semakin baik dan bersih dari kecurangan.

Menumbuhkan Kesadaran Demokrasi Sejak Dini

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa edukasi demokrasi tidak harus terbatas di dalam kelas. Melalui pendekatan langsung seperti ini, siswa lebih mudah memahami makna penting dari hak suara dan tanggung jawab mereka sebagai warga negara.

Bawaslu Kabupaten Rembang berharap kegiatan seperti ini mampu mencetak generasi muda yang melek demokrasi, aktif berpartisipasi, dan berani mengawal keadilan dalam pemilu. Dengan semangat “Tanpa Batas Asa”, pemilih pemula diyakini mampu menjadi agen perubahan bagi masa depan demokrasi Indonesia.

Penulis : Kukuh

Foto : Aris

Editor : Hanif