Perkuat Pengawasan, Bawaslu Rembang Gandeng Pegiat Medsos
|
REMBANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rembang menggandeng para pegiat media sosial (medsos) untuk memperkuat pengawasan Pemilu 2019.
Para pegiat medos yang digandeng oleh Bawaslu Rembang adalah Komunitas Info Seputar Rembang (ISR). Komunitas ini anggotanya tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Rembang, maupun warga Rembang yang merantau di luar daerah.
Pada Minggu (24/2) siang, sebanyak 50 anggota ISR diundang oleh Bawaslu Rembang untuk mengikuti sosialisasi pengawasan Pemilu 2019 di Pendopo Kecamatann Rembang. Para pegiat media sosial itu diberikan materi mengenai pentingnya pengawasan Pemilu, cara melaporkan dugaan pelanggaran, maupun pencegahan-pencegahan pelanggaran Pemilu.
Anggota Bawaslu Rembang, Amin Fauzi mengatakan, pihaknya sengaja mengundang para pagiat medos di Rembang, karena komunitas ini punya anggota banyak yang strukturnya sampai kecamatan. Komunitas ini juga aktif berinteraksi di media sosial melalui platform-platform yang ada, maupun sering melakukan kopi darat (kopdar). “Para pengurus komunitas ini baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan sengaja kami undang, agar ikut memberikan pendidikan politik kepada masyarakat maupun ikut melakukan pengawasan,” kata dia.
Amin menyatakan, pengawasan Pemilu butuh partisipasi dari masyarakat, mengingat banyaknya jumlah obyek yang perlu diawasi, mulai dari peserta Pemilu, tim kampanye, pelaksana kampanye, aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, maupun penyelenggara Pemilu sendiri.
Pengawasan itu, lanjut dia, bisa dilakukan pada tahapan pemutakhiran data pemilih, kampanye, masa tenang, sampai pemungutan dan penghitungan suara nanti. “Apalagi potensi terjadinya money politic juga perlu diawasi semua pihak, agar kejadiannya bisa diminimalisir,” ucapnya.
Menurut dia, pemberantasan money politik tidak hanya selesai dengan upaya penindakan, tapi juga perlu dengan upara pencegahan. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan politik yang baik kepada masyarakat. “Melalui medium media sosial, juga bisa digunakan sebagai sarana Pendidikan politik,” tutur Amin.
Sementara itu, Ketua ISR Bambang Sumantri komunitas ISR memposisikan netral dalam Pemilu 2019, namun tetap aktif dalam ikut serta mensukseskan pelaksanaan Pemilu. Ia mempersilahkan kepada anggota untuk memposting di grup ISR apabila menemukan pelanggaran Pemilu dengan disertai bukti-bukti yang valid. (*)
Tag
News