Perangi Hoaks, Bawaslu Rembang Perkuat Literasi Demokrasi Generasi Muda
|
Rembang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Rembang menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama pemuda-pemudi Kabupaten Rembang pada Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang bertempat di kediaman Anggota Bawaslu Kabupaten Rembang, Muhammad Bayanul Lail, ini membahas bahaya penyebaran hoaks dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan serta pentingnya peran generasi muda dalam menjaga ruang demokrasi yang sehat.
Dalam suasana diskusi yang berlangsung interaktif, peserta membahas berbagai tantangan yang muncul seiring pesatnya perkembangan media digital. Hoaks dinilai menjadi salah satu ancaman serius terhadap kualitas demokrasi karena dapat membentuk opini publik yang keliru, memicu perpecahan, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan.
Anggota Bawaslu Kabupaten Rembang, Muhammad Bayanul Lail, menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus pengguna media sosial yang aktif.
"Generasi muda harus menjadi pelopor dalam melawan hoaks. Jangan mudah percaya pada setiap informasi yang beredar, tetapi biasakan untuk memverifikasi sumbernya terlebih dahulu. Dengan sikap kritis dan bijak dalam bermedia sosial, kita turut menjaga kualitas demokrasi dan menciptakan Pemilu serta Pemilihan yang berintegritas," ujar Bayanul.
Dalam diskusi tersebut, para peserta juga berbagi pengalaman mengenai maraknya informasi yang belum tentu benar di media sosial, khususnya menjelang agenda politik. Mereka sepakat bahwa literasi digital harus terus ditingkatkan agar masyarakat mampu membedakan informasi yang valid dengan informasi yang bersifat manipulatif atau menyesatkan.
Salah satu perwakilan pemuda Rembang menyampaikan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjadi penyebar informasi yang benar sekaligus mengedukasi lingkungan sekitarnya.
"Hoaks dapat memecah persatuan apabila tidak disikapi dengan bijak. Kami ingin menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang sehat dengan tidak mudah membagikan informasi yang belum terverifikasi serta mengajak masyarakat lebih cermat dalam menerima berita," ujarnya.
Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Rembang berharap kolaborasi dengan kalangan pemuda terus diperkuat sebagai bagian dari pengawasan partisipatif. Dengan meningkatnya literasi digital dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hoaks, diharapkan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan di Kabupaten Rembang dapat berlangsung secara damai, jujur, adil, serta berintegritas.
Penulis: Nay
Editor: Humas