Menyemai Asa Kepada Pemilih Pemula
|
Pada hari Senin, 11 Agustus 2025, jaruh jam masih menunjukan pukul 06.00 WIB, matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya, namun, Must tidak mengurungkan niatnya untuk berangkat kerja lebih awal.
Bergegas, sesampainya di kantor Bawaslu Kabupaten Rembang, Must mengeluarkan mobil kantor untuk menuju SMK Walisongo. Must merupakan staf sekretariat Bawaslu Kabupaten Rembang yang membidangi Subbagian Data dan Informasi. Saat itu, bersama Vania Nitya Salsabila ditugaskan untuk mendampingi Pimpinan Bawaslu Kabupaten Rembang, Bapak Nibrosu Rohid selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi.
Ya, pada pagi itu adalah jadwal Bawaslu Kabupaten Rembang menjadi pembina upacara di SMK Walisongo Kaliori, Rembang. Selama perjalanan kami mengobrol tentang tujuan utama dan target dalam menyemai asa kepada pemilih pemula. Hal ini kami lakukan untuk mereview hasil pleno yang sudah kita putuskan.
Sesampainya di SMK Walisongo, terlihat siswa-siswa sudah mulai baris. Terlihat pula bapak dan ibu guru yang ikut serta membantu merapikan barisan para siswa-siswi tersebut, setelah barisan mereka rapi, maka upacara akhirnya dimulai dan mereka kelihatan siap untuk mendengarkan isi pesan dari pembina upacara
Anggota Bawaslu Kabupaten Rembang, Nibrosu Rohid, dalam pembukaan amanatnya terlihat menyapa para siswa-siswi SMK Walisongo Kaliori, mereka Nampak akrab. Sehingga hal ini mempermudah Anggota Bawaslu Kabupaten Rembang dalam menyampaikan pesannya.
Dalam amanatnya, Beliau menjelaskan bagaimana tugas Bawaslu Kabupaten Rembang selama masa tahapan dan non tahapan. Terlebih secara khusus Beliau mengajak para siswa untuk memastikan hak pilih mereka terjamin.
Selain itu, pria asal Kecamatan Sedan tersebut mengajak siswa untuk berpartisipasi dalam pengawasan yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Rembang saat ini, yaitu ikut serta pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan.
“Hari ini yang paling penting adalah adanya Pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan, dimana kami mengajak adik-adik sekalian untuk turut serta dalam mengawasi tahapan tersebut” Jelasnya.
Selain itu, Niha Sapaan akrabnya juga menjelaskan pentingnya peran aktif siswa sebagai pemilih pemula. Ia mendorong mereka untuk segera melapor kepada Bawaslu Kabupaten Rembang jika mereka sudah memiliki hak pilih tetapi nama mereka belum terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
"Kami telah menyediakan posko aduan masyarakat yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk adik-adik siswa. Jika kalian menemukan nama kalian belum terdaftar di DPT online, segera laporkan ke posko kami. Kami akan bantu tindak lanjuti," ujar Niha.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh warga negara yang memenuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya tanpa hambatan. Kegiatan ini disambut baik oleh siswa dan guru.
Selain itu, Niha juga menyampaikan materi-materi tentang kepemiluan, diantaranya pengertian pemilu dan pemilihan, syarat menjadi pemilih, serta kiat-kiat menjaga pemilih yang berintegritas.
Di lain kesempatan, Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi pemilu dan pemilihan, yang digagas Bawaslu Kabupaten Rembang. Yang mana dalam program tersebut diisi dengan mensosialisasikan pentingnya peran pemilih pemula dalam menjaga demokrasi, terutama menjelang tahun politik mendatang.
Program yang bertajuk "Bawaslu Rembang Goes to School" tersebut dilakukan di SMA, MA, SMK di Kabupaten Rembang, dengan cara menjadi pembina upacara pada hari senin.
Selama bulan Agustus-September Bawaslu Kabupaten Rembang sudah melakukan Goes to School di 8 sekolahan, meliputi : Pertama, MAN 1 Rembang pada 1 September 2025, Kedua, SMK Annuroniyah pada 28 Agustus 2025, Ketiga, SMAN 1 Pamotan pada 11 Agustus 2025, Keempat, SMK Walisongo pada 11 Agustus 2025, Kelima, SMK NU Lasem pada 4 Agustus 2025, Keenam, SMKN 1 Rembang pada 4 Agustus 2025, Ketujuh, SMAN 2 Rembang pada 4 Agustus 2025, Kedelapan, SMK Umar Fatah pada 4 Aguatus 2025
Setelah memberikan edukasi kepemiluan kepada para siswa sekolah di Rembang, Totok manaruh harapan besar agar pengetahuan yang telah disampaikan tidak hanya menjadi sekadar teori, melainkan bekal berharga bagi para pemilih pemula.
"Nanti para siswa ini tumbuh menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas. Mereka tidak mudah terpengaruh isu-isu hoaks, ujaran kebencian, atau politik uang bahkan mereka akan mampu menganalisis visi dan misi calon pemimpin, memilih berdasarkan hati nurani, dan menggunakan hak suaranya secara bijak," harap Totok.
Totok menambahkan, nantinya para siswa dapat menjadi agen pengawas di lingkungannya masing-masing. Dengan pemahaman tentang aturan dan etika Pemilu, mereka bisa turut serta mengawasi prosesnya. Baik dengan melaporkan pelanggaran yang mereka temukan, maupun menjadi contoh bagi teman-teman dan keluarga tentang pentingnya menjaga Pemilu yang jujur dan adil.(*)
Editor : Humas Bawaslu Rembang
Penulis : Must