Menumbuhkan Kesadaran Anti Politik Uang di Sekolah
|
[caption id="attachment_1805" align="alignnone" width="2560"]
Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Rembang (mengenakan baju batik) menghadiri sosialisasi yang di adakan Bawaslu Rembang bersama siswa SMA Negeri 2 Rembang di Aula Serba Guna SMA Negeri 2 Rembang[/caption]
Rabu, 12 Desember 2019. Ujian tengah semester SMA Negeri 2 Rembang telah usai. Jeda liburan sekolah, diselenggarakan senarai perlombaan. Para siswa dibebaskan memilih kegiatan yang ia suka.
Di sela-sela itu, Bawaslu Kabupaten Rembang hadir dan mengada di sekolah yang jumlah siswanya lebih dari 1.000 orang itu. Tepatnya di Aula sekolah setempat, Bawaslu Kabupaten Rembang mengadakan kegiatan pendidikan politik kaitannya dengan pengawasan Pemilu dan Pilkada.
Para siswa itu diberikan penjelasan perihal pengawasan Pilkada, bahaya politik uang, penggunaan media sosial secara bijak, dan lain sebagainya.
Anggota Bawaslu Kabupaten Rembang, Amin Fauzi mengatakan, para siswa ini adalah generasi masa depan. Penerus tonggak kepemimpinan yang akan datang. Oleh karena, wawasan tentang demokrasi dan kepemiluan juga perlu diketahui sejak dini. ”Para siswa pun bisa terlibat dalam pengawasan Pilkada,” kata Amin disela acara.
Pengawasan itu bisa dilakukan secara langsung dari tiap-tiap tahapan yang ada. Mulai dari tahapan pemutakhiran data pemilih, kampanye, pemungutan dan penghitungan suara, dan lainnya.
Sejak dini, lanjut Amin, para pemilih pemula itu juga diminta dengan kesadaran penuh untuk berani menolak politik uang. Sebab, praktik-praktik itu membahayakan sistem demokrasi.
Menurut Amin, para remaja yang akrab dengan media sosial juga bisa digunakan untuk menyampaikan informasi tentang kepemiluan. Pun bisa digunakan untuk media kontrol bila ada dugaan pelanggaran.
Ia berharap, siswa-siswi pemilih pemula mampu membentengi diri sejak dini untuk tidak melakukan sesuatu hal yang dilarang selama penyelenggaraan Pemilu.
Di kesempatan yang sama Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang Totok Suparyanto juga menjelaskan bahwa banyak hal-hal yang harus diperhatikan mengenai larangan selama penyelenggaraan Pemilu. "Oleh karena itu, ayo kita awasi bersama semua tahapan penyelenggaraan Pilkada. Jadilah pemilih pemula yang cerdas dan menjadi pegawas partisipatif yang berkualitas”, ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Rembang, Suhardi menyatakan, dari kegiatan tersebut ada harapan besar bahwa
siswa dan siswi SMA Negeri 2 Rembang mendapatkan wawasan tentang kepemiluan.
Suhardi mengapresiasi kegiatan sosialisasi partisipatif yang diadakan Bawaslu Kabupaten Rembang, karena telah memilih SMA Negeri 2 Rembang sebagai sasaran kegiatan Partisipatif Pemilih Pemula. Ia juga berpesan kepada siswanya untuk menjaga demokrasi yang adil dan bermutu.
Tidak hanya kepala sekolah, Ketua OSIS SMA Negeri 2 Rembang, Reyhan mengaku menyambut gembira kegiatan yang diinisiasi oleh Bawaslu Kabupaten Rembang. “Terimakasih kepada Bawaslu Kabupaten Rembang karena telah berkegiatan di sekolah kami. Apa yang disampaikan, telah menambah pengetahuan kami mengenai kepemiluan dan bahaya politik uang,” katanya.
Di penghujung acara, siswa-siswi menampilkan beberapa pertunjukan yang dimiliki oleh sekolah tersebut, yakni paduan suara, tarian, dan organ tunggal yang menghibur puluhan pasang mata.(M. Agus Mustofa dan Himawan P.)
Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Rembang (mengenakan baju batik) menghadiri sosialisasi yang di adakan Bawaslu Rembang bersama siswa SMA Negeri 2 Rembang di Aula Serba Guna SMA Negeri 2 Rembang[/caption]
Rabu, 12 Desember 2019. Ujian tengah semester SMA Negeri 2 Rembang telah usai. Jeda liburan sekolah, diselenggarakan senarai perlombaan. Para siswa dibebaskan memilih kegiatan yang ia suka.
Di sela-sela itu, Bawaslu Kabupaten Rembang hadir dan mengada di sekolah yang jumlah siswanya lebih dari 1.000 orang itu. Tepatnya di Aula sekolah setempat, Bawaslu Kabupaten Rembang mengadakan kegiatan pendidikan politik kaitannya dengan pengawasan Pemilu dan Pilkada.
Para siswa itu diberikan penjelasan perihal pengawasan Pilkada, bahaya politik uang, penggunaan media sosial secara bijak, dan lain sebagainya.
Anggota Bawaslu Kabupaten Rembang, Amin Fauzi mengatakan, para siswa ini adalah generasi masa depan. Penerus tonggak kepemimpinan yang akan datang. Oleh karena, wawasan tentang demokrasi dan kepemiluan juga perlu diketahui sejak dini. ”Para siswa pun bisa terlibat dalam pengawasan Pilkada,” kata Amin disela acara.
Pengawasan itu bisa dilakukan secara langsung dari tiap-tiap tahapan yang ada. Mulai dari tahapan pemutakhiran data pemilih, kampanye, pemungutan dan penghitungan suara, dan lainnya.
Sejak dini, lanjut Amin, para pemilih pemula itu juga diminta dengan kesadaran penuh untuk berani menolak politik uang. Sebab, praktik-praktik itu membahayakan sistem demokrasi.
Menurut Amin, para remaja yang akrab dengan media sosial juga bisa digunakan untuk menyampaikan informasi tentang kepemiluan. Pun bisa digunakan untuk media kontrol bila ada dugaan pelanggaran.
Ia berharap, siswa-siswi pemilih pemula mampu membentengi diri sejak dini untuk tidak melakukan sesuatu hal yang dilarang selama penyelenggaraan Pemilu.
Di kesempatan yang sama Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang Totok Suparyanto juga menjelaskan bahwa banyak hal-hal yang harus diperhatikan mengenai larangan selama penyelenggaraan Pemilu. "Oleh karena itu, ayo kita awasi bersama semua tahapan penyelenggaraan Pilkada. Jadilah pemilih pemula yang cerdas dan menjadi pegawas partisipatif yang berkualitas”, ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Rembang, Suhardi menyatakan, dari kegiatan tersebut ada harapan besar bahwa
siswa dan siswi SMA Negeri 2 Rembang mendapatkan wawasan tentang kepemiluan.
Suhardi mengapresiasi kegiatan sosialisasi partisipatif yang diadakan Bawaslu Kabupaten Rembang, karena telah memilih SMA Negeri 2 Rembang sebagai sasaran kegiatan Partisipatif Pemilih Pemula. Ia juga berpesan kepada siswanya untuk menjaga demokrasi yang adil dan bermutu.
Tidak hanya kepala sekolah, Ketua OSIS SMA Negeri 2 Rembang, Reyhan mengaku menyambut gembira kegiatan yang diinisiasi oleh Bawaslu Kabupaten Rembang. “Terimakasih kepada Bawaslu Kabupaten Rembang karena telah berkegiatan di sekolah kami. Apa yang disampaikan, telah menambah pengetahuan kami mengenai kepemiluan dan bahaya politik uang,” katanya.
Di penghujung acara, siswa-siswi menampilkan beberapa pertunjukan yang dimiliki oleh sekolah tersebut, yakni paduan suara, tarian, dan organ tunggal yang menghibur puluhan pasang mata.(M. Agus Mustofa dan Himawan P.)Tag
News