Menanamkan Karakter, Menyemai Demokrasi yang Bermartabat
|
REMBANG – Pagi itu, suasana Aula Timur SMA Negeri 2 Rembang dipenuhi ratusan wajah baru yang masih menyimpan rasa penasaran terhadap kehidupan sekolah yang akan mereka jalani. Seragam putih biru yang baru saja mereka tinggalkan berganti menjadi putih abu-abu, menandai babak baru sebagai pelajar tingkat menengah atas. Namun, mereka tidak hanya dikenalkan pada lingkungan sekolah, melainkan juga pada nilai-nilai karakter dan pentingnya menjadi bagian dari penjaga demokrasi, Selasa (14/7).
Dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto, hadir sebagai salah satu pemateri untuk memberikan pembekalan kepada seluruh peserta didik baru SMA Negeri 2 Rembang. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai pengawasan partisipatif sejak dini kepada generasi muda.
Kegiatan diawali dengan sambutan dan pengarahan dari anggota OSIS SMA Negeri 2 Rembang yang mengajak para peserta didik baru untuk mengikuti seluruh rangkaian MPLS dengan semangat dan penuh tanggung jawab. Setelah itu, suasana aula berubah semakin hangat ketika Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto mulai menyampaikan materi bertajuk Pendidikan Karakter.
Di hadapan ratusan siswa, Totok mengajak para peserta didik memahami bahwa karakter yang baik dibangun dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari. Ia menekankan pentingnya membiasakan diri berjabat tangan dengan guru saat memasuki lingkungan sekolah sebagai bentuk penghormatan, menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta menjunjung tinggi adab seorang murid kepada guru.
Tak hanya itu, ia juga mengajak para siswa untuk menumbuhkan sikap suka menolong kepada siapa pun yang sedang mengalami kesulitan serta membangun rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, nilai-nilai tersebut bukan sekadar aturan sekolah, melainkan bekal penting dalam membentuk pribadi yang berintegritas dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Bagi Totok, pendidikan karakter memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan demokrasi. Demokrasi yang sehat, katanya, tidak hanya dibangun melalui aturan dan lembaga, tetapi juga melalui masyarakat yang memiliki kejujuran, kepedulian, dan keberanian menjaga kebenaran.
Karena itu, di sela penyampaian materi, ia mengajak seluruh peserta didik baru untuk mulai mengenal tugas dan fungsi Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu. Ia menjelaskan bahwa para siswa yang saat ini mengikuti MPLS akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu Tahun 2029, sehingga sudah sepatutnya mulai mempersiapkan diri menjadi warga negara yang cerdas, kritis, dan aktif dalam mengawal jalannya demokrasi.
"Adik-adik semua adalah generasi yang nantinya akan menentukan arah bangsa. Saat Pemilu 2029 nanti, sebagian besar dari kalian sudah memiliki hak pilih. Gunakan hak tersebut dengan bijak dan jangan ragu ikut berpartisipasi mengawasi jalannya pemilu agar berlangsung jujur, adil, dan berintegritas," pesannya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Rembang berharap semangat Pengawas Partisipatif dapat tumbuh sejak bangku sekolah. Pendidikan demokrasi tidak harus menunggu seseorang memasuki usia dewasa, tetapi dapat dimulai melalui penanaman karakter, kepedulian sosial, serta keberanian untuk menjaga nilai-nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi antara dunia pendidikan dan penyelenggara pemilu ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kesadaran merawat demokrasi. Sebab, masa depan pemilu yang berkualitas berada di tangan generasi yang sejak dini telah dibiasakan untuk peduli, berpikir kritis, dan berani mengawasi demi terwujudnya demokrasi yang bermartabat.
Penulis : Ian
Foto : Kukuh
Editor : Hanif