Membangun Generasi Demokratis, Bawaslu Rembang Gandeng SMK Annuraniyah Sulang
|
Rembang - Suasana Aula SMK Annuraniyah Sulang pada Senin pagi (6/10) terasa berbeda dari biasanya. Deretan kursi rapi terisi penuh oleh para guru dan siswa yang tampak antusias mengikuti prosesi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Bawaslu Kabupaten Rembang dengan pihak sekolah. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 WIB itu menjadi momentum penting, tidak hanya bagi sekolah, tetapi juga bagi perjalanan demokrasi di Kabupaten Rembang.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto, menyampaikan pesan tegas mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam politik dan kepemiluan. Ia mengajak keluarga besar SMK Annuraniyah untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan turut berperan sebagai pengawas partisipatif.
“Generasi muda harus memahami demokrasi sejak dini. Harapan kami, siswa-siswi di sini bisa menjadi bagian dari pengawas partisipatif Pemilu,” ujarnya.
Semangat yang sama disampaikan oleh Anggota Bawaslu Rembang, Muhammad Bayanul Lail. Ia menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya sebatas penandatanganan, tetapi juga akan diikuti dengan program-program nyata, seperti pendidikan pengawasan partisipatif dan pengembangan Pojok Pengawasan. Ruang ini nantinya bisa menjadi wadah belajar politik sekaligus pusat edukasi demokrasi bagi pendidik maupun siswa.
“Dengan adanya Pojok Pengawasan, kami ingin menciptakan ruang publik yang dekat dengan masyarakat sekolah, tempat mereka belajar sekaligus berdiskusi tentang demokrasi,” tambahnya.
Apresiasi pun datang dari Kepala SMK Annuraniyah, H. Aly Muhtarom. Ia menilai bahwa kehadiran Bawaslu di sekolah merupakan bentuk nyata sinergi antara lembaga pengawas Pemilu dengan dunia pendidikan.
“Kami siap ikut mewujudkan demokrasi yang berkualitas, jujur, dan berintegritas. Sekolah ini juga berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi pelaksanaan Pemilu di Rembang,” katanya dengan penuh optimisme.
Kerja sama ini seakan menjadi jembatan yang mempertemukan pendidikan dengan praktik berdemokrasi di masyarakat. Dari sekolah, siswa diperkenalkan pada nilai-nilai politik yang sehat dan partisipasi yang bertanggung jawab. Harapannya, generasi muda tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga melek politik, kritis, dan peduli terhadap masa depan demokrasi Indonesia.
Penulis : Dynn
Editor : Hanif
Foto : Ian