Ini Cara Pelukis Rembang Awasi Pemilu
|
Minggu 24 Februari 2019 itu. Matahari baru naik sepenggalan. Jarum jam menunjukkan pukul 09.00 WIB. Seorang pemuda dengan rambut panjang sebahu nampak khusyuk menggambar sebuah kanvas putih di depannya. Tak lama berselang, gambar tipis itu kemudian diwarnai menggunakan kuas dengan beraneka warna.
Ya, ada belasan orang yang pada hari itu melakukan hal serupa di lapangan Desa Woro Kecamatan Kragan Kabupaten Kragan. Belasan pemuda itu mengikuti kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu dengan tema Lukisan Pengawasan. Menjelang matahari terik, belasan lukisan dengan aneka rupa dan sarat makna telah dihasilkan. Ada yang melukis mata sebagai perlambang pengawas, logo Bawaslu, pesan anti hoax, pesan anti money politic, dan lainnya.
“Dengan tema Lukisan Pengawasan, kami bermaksud menyampaikan isu pengawasan Pemilu yang ada di Kabupaten Rembang melalui media lukisan” kata Anggota Bawaslu Rembang, M.D Muttaqin.
Dikatakan Muttaqin, Bawaslu Rembang menentukan tiga tema yang diambil berdasarkan isu yang berkambang, yakni Penyebaran Hoax atau stop penyebaran berita bohong, Politisasi SARA dalam Pemilu 2019, dan politik uang.
Salah seorang peserta, Eren Arthur menyampaikan bahwa hal paling rawan dalam Pemilu dari dulu sampai sekarang adalah politik uang. Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui apa itu politik uang, namun tidak sedikit juga yang mengetahuinya.
Seniman dari Kecamatan Sedan ini beranggapan bahwa kebanyakan dari masyarakat secara tidak sengaja mereka mendukung aksi curang para pelaku politik uang, padahal dampaknya sangat berbahaya.
Salah seorang peserta lain, Supriyadi menambahkan, politik uang sangat merusak demokrasi kita saat ini. Menurut dia, menghilangkan budaya politik uang itu masih pekerjaan rumah besar bagi semua pihak. “Demi masa depan bangsa, kita harus berusaha untuk melawan masalah tersebut,” kata dia. (*)Tag
News