Gelar Budaya, Cara Bawaslu Rembang Dorong Pengawas Partisipatif
|
[caption id="attachment_1622" align="alignnone" width="1040"]
Bawaslu Rembang melaksanakan Gelar Budaya Kethoprak di lapangan Desa Sumberagung, Kecamatan Pancur, Selasa (26/11) malam.[/caption]
Rembang – Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Rembang melaksanakan gelar budaya kethoprak di lapangan Desa Sumberagung, Kecamatan Pancur, Selasa (26/11) malam.
Pagelaran ini sebagai upaya Bawaslu Rembang untuk mendekatkan diri ke masyarakat, sekaligus sebagai upaya untuk mendorong masyarakat menjadi pengawas partisipatif pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang 2020.
Pada malam itu, ribuan orang memenuhi lapangan di desa tersebut untuk melihat pertunjukkan sekaligus mendengarkan sosialisasi kepemiluan dari Bawaslu Rembang. Tidak hanya warga setempat yang hadir, acara tersebut juga dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Komisioner Bawaslu Kabupaten Blora, Komisioner Bawaslu Grobogan, Komisioner Bawaslu Pati, Komisioner Bawaslu Kudus, dan Komisioner Bawaslu Jepara.
[caption id="attachment_1619" align="alignnone" width="1280"]
Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Sri Sumanta memberikan sambutan dalam acara Gelar Budaya Kethoprak di lapangan Desa Sumberagung, Kecamatan Pancur, Selasa (26/11)[/caption]
Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Sri Sumanta mengaku menyambut baik kegiatan ini. Menjelang Pilkada Rembang pada 2020, ia berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh terhadap politik uang. Ia juga berharap sama-sama ikut mengawasi tahapan demi tahapan Pilkada tersebut.
Setali tiga uang, Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto mengatakan, Bawaslu Rembang sengaja mempersembahkan hiburan rakyat yang sudah merakyat, yakni ketoprak. “Kegiatan ini kami lakukan dalam rangka sosialisasi pengawasan partisipatif, utamanya menjelang Pilkada Serentak 2020 dimana Kabupaten Rembang akan ada pesta demokrasi Pemilihan Bupati Rembang,” kata dia.
[caption id="attachment_1620" align="alignnone" width="1280"]
Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto memberikan sambutan pada gelar budaya di lapangan Desa Sumberagung, Kecamatan Pancur, Selasa (26/11) malam.[/caption]
Pun demikian, giat tersebut juga sebagai ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Rembang yang selama Pemilu 2019 telah menjadi mitra Bawaslu dalam melakukan seluruh pengawasan tahapan Pemilu. “Peran serta dan peran aktif dari bapak/ibu akan selalu kami nantikan. Apalah daya dan upaya kami dalam melakukan pengawasan apabila tidak didukung oleh seluruh lapisan masyarakat Rembang,” imbuhnya.
Untuk mempersiapkan pengawasan Pilkada 2020, Bawaslu Rembang sedang melakukan rekrutmen Panwascam sebanyak tiga orang untuk masing-masing kecamatan se Kabupaten Rembang. Para warga dipersilahkan mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dalam sejarah Pilkada, yakni dengan bergabung bersama Bawaslu Rembang dalam melakukan pencegahan, pengawasan dan penindakan terhadap segala bentuk dugaan kecurangan dan pelanggaran Pilkada. “Untuk lebih jelasnya silahkan bapak-ibu dan Saudara-saudari mengunjungi papan-papan pengumumuman, baik di kantor Bawaslu Rembang, kantor-kantor kecamatan maupun di website dan media sosial kami,” imbuh Totok.
[caption id="attachment_1618" align="alignnone" width="1280"]
Bawaslu Rembang melaksanakan Gelar Budaya Kethoprak di lapangan Desa Sumberagung Kecamatan Pancur, Selasa (26/11)[/caption]
Di tempat yang sama, Camat Pancur Suharto mengatakan, pagelaran budaya ketoprak memang sangat fleksibel dan cocok sekali untuk sosialisasi program-program pemerintah utamanya dari Bawaslu. Karena selain sudah merakyat, sebagian besar masyarakat kami masih sangat menggandrungi seni kethoprak. “Kegiatan sosialisasi bisa disampaikan pada pra acara maupun di tengah-tengah pegelaran, para dagelan (lawak) juga dapat menyampaikan humor-humor segar sesuai program sosialisasi Bawaslu,” tuturnya.
Menurut Suharto, pengawasan partisipatif saat ini sudah tidak asing lagi di telinganya, karena dari berbagai media ia membaca dan melihat begitu masifnya jajaran Bawaslu menyuarakannya sosialisasi ini dengan berbagai bentuk kegiatan.
Sebelum puncak pagelaran kesenian kethoprak itu dimulai, pada siang harinya juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lomba, meliputi lomba mewarnai, lomba foto, dan lainnya. (*)
Bawaslu Rembang melaksanakan Gelar Budaya Kethoprak di lapangan Desa Sumberagung, Kecamatan Pancur, Selasa (26/11) malam.[/caption]
Rembang – Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Rembang melaksanakan gelar budaya kethoprak di lapangan Desa Sumberagung, Kecamatan Pancur, Selasa (26/11) malam.
Pagelaran ini sebagai upaya Bawaslu Rembang untuk mendekatkan diri ke masyarakat, sekaligus sebagai upaya untuk mendorong masyarakat menjadi pengawas partisipatif pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang 2020.
Pada malam itu, ribuan orang memenuhi lapangan di desa tersebut untuk melihat pertunjukkan sekaligus mendengarkan sosialisasi kepemiluan dari Bawaslu Rembang. Tidak hanya warga setempat yang hadir, acara tersebut juga dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Komisioner Bawaslu Kabupaten Blora, Komisioner Bawaslu Grobogan, Komisioner Bawaslu Pati, Komisioner Bawaslu Kudus, dan Komisioner Bawaslu Jepara.
[caption id="attachment_1619" align="alignnone" width="1280"]
Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Sri Sumanta memberikan sambutan dalam acara Gelar Budaya Kethoprak di lapangan Desa Sumberagung, Kecamatan Pancur, Selasa (26/11)[/caption]
Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Sri Sumanta mengaku menyambut baik kegiatan ini. Menjelang Pilkada Rembang pada 2020, ia berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh terhadap politik uang. Ia juga berharap sama-sama ikut mengawasi tahapan demi tahapan Pilkada tersebut.
Setali tiga uang, Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto mengatakan, Bawaslu Rembang sengaja mempersembahkan hiburan rakyat yang sudah merakyat, yakni ketoprak. “Kegiatan ini kami lakukan dalam rangka sosialisasi pengawasan partisipatif, utamanya menjelang Pilkada Serentak 2020 dimana Kabupaten Rembang akan ada pesta demokrasi Pemilihan Bupati Rembang,” kata dia.
[caption id="attachment_1620" align="alignnone" width="1280"]
Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto memberikan sambutan pada gelar budaya di lapangan Desa Sumberagung, Kecamatan Pancur, Selasa (26/11) malam.[/caption]
Pun demikian, giat tersebut juga sebagai ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Rembang yang selama Pemilu 2019 telah menjadi mitra Bawaslu dalam melakukan seluruh pengawasan tahapan Pemilu. “Peran serta dan peran aktif dari bapak/ibu akan selalu kami nantikan. Apalah daya dan upaya kami dalam melakukan pengawasan apabila tidak didukung oleh seluruh lapisan masyarakat Rembang,” imbuhnya.
Untuk mempersiapkan pengawasan Pilkada 2020, Bawaslu Rembang sedang melakukan rekrutmen Panwascam sebanyak tiga orang untuk masing-masing kecamatan se Kabupaten Rembang. Para warga dipersilahkan mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dalam sejarah Pilkada, yakni dengan bergabung bersama Bawaslu Rembang dalam melakukan pencegahan, pengawasan dan penindakan terhadap segala bentuk dugaan kecurangan dan pelanggaran Pilkada. “Untuk lebih jelasnya silahkan bapak-ibu dan Saudara-saudari mengunjungi papan-papan pengumumuman, baik di kantor Bawaslu Rembang, kantor-kantor kecamatan maupun di website dan media sosial kami,” imbuh Totok.
[caption id="attachment_1618" align="alignnone" width="1280"]
Bawaslu Rembang melaksanakan Gelar Budaya Kethoprak di lapangan Desa Sumberagung Kecamatan Pancur, Selasa (26/11)[/caption]
Di tempat yang sama, Camat Pancur Suharto mengatakan, pagelaran budaya ketoprak memang sangat fleksibel dan cocok sekali untuk sosialisasi program-program pemerintah utamanya dari Bawaslu. Karena selain sudah merakyat, sebagian besar masyarakat kami masih sangat menggandrungi seni kethoprak. “Kegiatan sosialisasi bisa disampaikan pada pra acara maupun di tengah-tengah pegelaran, para dagelan (lawak) juga dapat menyampaikan humor-humor segar sesuai program sosialisasi Bawaslu,” tuturnya.
Menurut Suharto, pengawasan partisipatif saat ini sudah tidak asing lagi di telinganya, karena dari berbagai media ia membaca dan melihat begitu masifnya jajaran Bawaslu menyuarakannya sosialisasi ini dengan berbagai bentuk kegiatan.
Sebelum puncak pagelaran kesenian kethoprak itu dimulai, pada siang harinya juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lomba, meliputi lomba mewarnai, lomba foto, dan lainnya. (*)Tag
News