Dari Ruang Sekolah Menuju Pengawasan Demokrasi: Semangat Pelajar Rembang Mengawal Pemilu
|
Rembang - Puluhan pelajar berseragam duduk rapi di Aula MA Negeri 2 Rembang pada Rabu, 20 Mei 2026. Di tangan mereka terdapat catatan kecil, sementara perhatian tertuju pada materi yang disampaikan tentang demokrasi, pemilu, dan pengawasan partisipatif. Bagi sebagian siswa, ini mungkin pertama kalinya mereka memahami bahwa menjaga kualitas pemilu bukan hanya tugas penyelenggara, tetapi juga tanggung jawab warga negara, termasuk generasi muda.
Hari itu, Bawaslu Kabupaten Rembang melaksanakan Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang diikuti oleh 34 murid anggota SAKA Adhyasta Pemilu MA Negeri 2 Rembang.
Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar baru bagi para pelajar untuk memahami bagaimana demokrasi dijaga sejak awal melalui pengawasan.
Di hadapan para peserta, Muhammad Bayanul Lail menjelaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 akan dilaksanakan melalui kombinasi pembelajaran mandiri berbasis teknologi dan kegiatan lapangan.
“Pembelajaran online secara mandiri melalui LMS atau Learning Management System akan dilaksanakan pada 1 Juni sampai 23 Juni 2026. Setelah itu, peserta akan mengikuti kegiatan tatap muka pada 25 Juni 2026 di Pantai Layur Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem,” jelasnya.
Konsep pembelajaran tersebut dirancang agar pelajar tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mampu membangun pemahaman kritis dan mendalam mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam pemilu.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, generasi muda dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga demokrasi. Karena itu, pendekatan melalui LMS dipilih agar peserta terbiasa belajar mandiri sekaligus aktif memahami persoalan kepemiluan dari sudut pandang pengawasan.
Suasana diskusi berlangsung hangat. Para siswa tampak antusias bertanya mengenai praktik pengawasan pemilu dan bagaimana anak muda dapat terlibat secara nyata dalam menjaga proses demokrasi tetap jujur dan adil.
Kepala MA Negeri 2 Rembang, Akhmad Suhadak Solikin, mengapresiasi langkah Bawaslu Kabupaten Rembang yang menghadirkan pendidikan demokrasi langsung ke lingkungan sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya memberikan pengetahuan baru bagi siswa, tetapi juga membentuk karakter kritis dan kepedulian sosial.
“Kami menyambut baik kegiatan P2P ini dan berharap setelah kegiatan ini murid MA Negeri 2 Rembang mampu mengimplementasikan hasil pembelajaran Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026,” ujarnya.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilaksanakan di SMA Negeri 2 Rembang pada 19 Mei 2026. Meski diikuti enam murid anggota SAKA Adhyasta Pemilu SMA Negeri 2 Rembang, semangat peserta tidak kalah besar dalam mengikuti sosialisasi tersebut.
Ari Pujiarto menyampaikan terima kasih atas hadirnya program Pendidikan Pengawas Partisipatif di sekolahnya. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi siswa dalam memahami demokrasi secara lebih dekat.
“Kami menyambut baik kegiatan P2P ini dan berharap murid yang mengikuti kegiatan tersebut mampu mengimplementasikan pemahaman pengawasan partisipatif pada tahapan pemilu mendatang,” tuturnya.
Bagi Bawaslu Kabupaten Rembang, Pendidikan Pengawas Partisipatif bukan sekadar agenda sosialisasi tahunan. Program ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya demokrasi yang sehat melalui generasi muda.
Dari aula sekolah hingga pesisir Pantai Layur yang nantinya menjadi lokasi tatap muka peserta, proses pembelajaran itu perlahan membentuk kesadaran baru, bahwa demokrasi yang baik lahir dari masyarakat yang peduli dan mau terlibat mengawasi.
Dan di Kabupaten Rembang, semangat itu kini mulai tumbuh dari bangku sekolah.
Penulis : DYNN
Foto : DYNN
Editor : Humas