Dari Ruang Rapat ke Aksi Nyata, Ketua Bawaslu Rembang Ajak Pengurus OSIS dan MPK SMAN 2 Rembang Belajar Mengambil Keputusan Melalui Rapat
|
Rembang – Sebuah kegiatan tidak lahir begitu saja. Di balik setiap acara yang terlaksana, ada proses perencanaan, diskusi, pembagian tugas, hingga pengambilan keputusan yang dilakukan secara bersama-sama. Proses itulah yang menjadi bagian dari pembelajaran peserta Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS/MPK SMAN 2 Rembang Periode 2026/2027.
Pada Jumat (31/7/2026), para peserta LDK mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung mengenai proses rapat dalam mempersiapkan sebuah acara atau program. Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto, hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut.
Di hadapan peserta, Totok menyampaikan materi tentang Teknik Pengambilan Keputusan. Setidaknya ada 3 kata Totok, demokratis, konsultatif, dan instruktif. Namun, pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta LDK kemudian diajak untuk mempraktikkan secara langsung bagaimana sebuah rapat dilaksanakan.
Suasana pembelajaran pun berubah menjadi lebih interaktif. Para peserta mensimulasikan rapat persiapan pembuatan suatu acara atau program. Mereka menjalankan peran masing-masing dalam proses rapat, berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta membahas berbagai hal yang berkaitan dengan rencana kegiatan.
Melalui simulasi tersebut, peserta mendapatkan pengalaman untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah rapat dapat menjadi bagian dari proses penyusunan sebuah kegiatan. Berbagai gagasan yang muncul dalam forum dibahas bersama untuk kemudian diarahkan menjadi sebuah rencana yang dapat dipersiapkan dan dilaksanakan.
Bagi pengurus OSIS/MPK, kemampuan mengelola rapat menjadi salah satu pengalaman penting dalam menjalankan organisasi. Terlebih, OSIS dan MPK memiliki berbagai program yang membutuhkan proses perencanaan dan koordinasi antarpengurus.
Kegiatan LDK OSIS/MPK SMAN 2 Rembang Periode 2026/2027 tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk belajar kepemimpinan melalui pengalaman langsung. Tidak hanya mendengarkan materi, peserta juga diajak untuk mempraktikkan proses rapat dalam sebuah simulasi persiapan kegiatan.
Dari ruang rapat itulah, peserta belajar bahwa sebuah program membutuhkan proses. Ada gagasan yang perlu disampaikan, pendapat yang perlu didengarkan, dan keputusan yang perlu disepakati bersama sebelum sebuah kegiatan dapat diwujudkan menjadi aksi nyata.
Penulis dan Foto : Alvin
Editor : Hanif