Coklit Daftar Pemilih Diminta Lebih Cermat
|
[caption id="attachment_2034" align="alignnone" width="1040"]
Panitia Panwaslu Kelurahan/ Desa (PPKD) bersama Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) memasang stiker (AA.2.KWK) hari pertama pelaksanaan Coklit di rumah warga pada Rabu (15/7)[/caption]
REMBANG – Bawaslu Rembang meminta kepada Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) agar lebih cermat dalam melakukan kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit) terhadap daftar pemilih pada perhelatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020.
“Mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2020 nanti jajaran KPU melalui PPDP melakukan kegiatan Coklit, kami minta PPDP se Kabupaten Rembang lebih cermat dalam melakukan Coklit agar warga yang didata benar-benar akurat,” kata Anggota Bawaslu Rembang, Amin Fauzi pada Selasa (14/7).
Dikatakan dia, prinsip dalam pengawasan pemutakhiran data pemilih yang akan dilakukan oleh jajaran Bawaslu Rembang adalah untuk memastikan setiap orang yang memenuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya secara demokratis.
[caption id="attachment_2035" align="alignnone" width="1040"]
PPKD bersama PPDP melalukan proses penempelan stiker (AA.2.KWK) hari pertama pelaksanaan Coklit di rumah warga pada Rabu (15/7)[/caption]
Dibeberkan dia, saat ini sudah ada sebanyak 294 Panwaslu Kelurahan/ Desa yang sudah terbentuk. Mereka sudah siap untuk melakukan kerja-kerja pengawasan pada tahapan Coklit data pemilih pada kegiatan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 ini. “Baik Panwaslu Kecamatan maupun Panwaslu Kelurahan/ Desa yang sudah kami bentuk sudah siap untuk mengawasi jalannya seluruh tahapan Pilkada,” ucapnya.
Dikatakan Amin, ada beberapa potensi permasalahan dalam pemutakhiran data pemilih oleh jajaran KPU Rembang. Potensi permasalahan itu antara lain, pemilih yang tidak memenuhi syarat masuk dalam daftar pemilih, sebaliknya pemilih yang memenuhi syarat justru tidak masuk daftar pemilih.
Selain itu, PPDP tidak melakukan pencocokan dan penelitian daftar pemilih dengan cara mendatangi secara langsung, identitas pemilih tidak lengkap atau terdapat kekeliruan, status disabilitas tidak tercantum dalam formulir serta nanti dalam penyusunan hasil pemutakhiran dan rekapitulasi harus dilakukan secara terbuka.
Terkait dengan potensi-potensi terjadinya pelanggaran pada tahapan pemutakhiran data pemilih tersebut, kata Amin, jajaran Bawaslu Rembang mengedepankan berbagai upaya preventif. Namun demikian, bila menemukan adanya dugaan pelanggaran akan tetap ditindaklanjuti penanganannya.
Amin menambahkan, saat ini jumlah daftar pemilih se kabupaten Rembang sebanyak 510,202 orang. Jumlah itu yang akan dilakukan pencocokan dan penelitian oleh PPDP. “Jumlah tersebut berpotensi bertambah juga berpotensi berkurang ketika dilakukan Coklit nanti, oleh karena itu PPDP harus cermat dalam melakukan Coklit,” katanya.
Ia berharap PPDP tetap mematuhi protokol kesehataan saat melakukan Coklit di masa Pandemi Covid 19. (*)
[caption id="attachment_2036" align="alignnone" width="1152"]
PPKD bersama PPDP melalukan proses penempelan stiker (AA.2.KWK) hari pertama pelaksanaan Coklit di rumah warga pada Rabu (15/7)[/caption]
Panitia Panwaslu Kelurahan/ Desa (PPKD) bersama Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) memasang stiker (AA.2.KWK) hari pertama pelaksanaan Coklit di rumah warga pada Rabu (15/7)[/caption]
REMBANG – Bawaslu Rembang meminta kepada Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) agar lebih cermat dalam melakukan kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit) terhadap daftar pemilih pada perhelatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020.
“Mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2020 nanti jajaran KPU melalui PPDP melakukan kegiatan Coklit, kami minta PPDP se Kabupaten Rembang lebih cermat dalam melakukan Coklit agar warga yang didata benar-benar akurat,” kata Anggota Bawaslu Rembang, Amin Fauzi pada Selasa (14/7).
Dikatakan dia, prinsip dalam pengawasan pemutakhiran data pemilih yang akan dilakukan oleh jajaran Bawaslu Rembang adalah untuk memastikan setiap orang yang memenuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya secara demokratis.
[caption id="attachment_2035" align="alignnone" width="1040"]
PPKD bersama PPDP melalukan proses penempelan stiker (AA.2.KWK) hari pertama pelaksanaan Coklit di rumah warga pada Rabu (15/7)[/caption]
Dibeberkan dia, saat ini sudah ada sebanyak 294 Panwaslu Kelurahan/ Desa yang sudah terbentuk. Mereka sudah siap untuk melakukan kerja-kerja pengawasan pada tahapan Coklit data pemilih pada kegiatan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 ini. “Baik Panwaslu Kecamatan maupun Panwaslu Kelurahan/ Desa yang sudah kami bentuk sudah siap untuk mengawasi jalannya seluruh tahapan Pilkada,” ucapnya.
Dikatakan Amin, ada beberapa potensi permasalahan dalam pemutakhiran data pemilih oleh jajaran KPU Rembang. Potensi permasalahan itu antara lain, pemilih yang tidak memenuhi syarat masuk dalam daftar pemilih, sebaliknya pemilih yang memenuhi syarat justru tidak masuk daftar pemilih.
Selain itu, PPDP tidak melakukan pencocokan dan penelitian daftar pemilih dengan cara mendatangi secara langsung, identitas pemilih tidak lengkap atau terdapat kekeliruan, status disabilitas tidak tercantum dalam formulir serta nanti dalam penyusunan hasil pemutakhiran dan rekapitulasi harus dilakukan secara terbuka.
Terkait dengan potensi-potensi terjadinya pelanggaran pada tahapan pemutakhiran data pemilih tersebut, kata Amin, jajaran Bawaslu Rembang mengedepankan berbagai upaya preventif. Namun demikian, bila menemukan adanya dugaan pelanggaran akan tetap ditindaklanjuti penanganannya.
Amin menambahkan, saat ini jumlah daftar pemilih se kabupaten Rembang sebanyak 510,202 orang. Jumlah itu yang akan dilakukan pencocokan dan penelitian oleh PPDP. “Jumlah tersebut berpotensi bertambah juga berpotensi berkurang ketika dilakukan Coklit nanti, oleh karena itu PPDP harus cermat dalam melakukan Coklit,” katanya.
Ia berharap PPDP tetap mematuhi protokol kesehataan saat melakukan Coklit di masa Pandemi Covid 19. (*)
[caption id="attachment_2036" align="alignnone" width="1152"]
PPKD bersama PPDP melalukan proses penempelan stiker (AA.2.KWK) hari pertama pelaksanaan Coklit di rumah warga pada Rabu (15/7)[/caption]Tag
News