Lompat ke isi utama

Berita

Cegah Pelanggaran Protokol Kesehatan, Inilah Upaya Bawaslu Rembang

[caption id="attachment_2151" align="alignnone" width="2560"] Bawaslu Kabupaten Rembang menggelar rapat koordinasi dengan stakeholder, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di tengah tahapan penyelenggaraan Pilkada 2020 di Sanggar Budaya Rembang (16/9)[/caption] REMBANG – Bawaslu Kabupaten Rembang menggelar rapat koordinasi dengan stakeholder. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di tengah tahapan penyelenggaraan Pilkada 2020 yang masih berlangsung. Acara yang dihelat gedung Sanggar Budaya Rembang pada Rabu (16/9) itu menghadirkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Polres Rembang, Dandim 0720, Ketua KPU Rembang,  Dinas Kesehatan, Kepala Satpol PP, Partai Politik, Tim Penghubung/ LO Bapaslon. Ketua Bawaslu Rembang, Totok Suparyanto saat sambutan mengatakan, tahapan yang sangat berpotensi mengundang kerumunan orang itu meliputi pengundian nomor urut calon pada 24 September 2020, kampanye dari 26 September - 5 Desember 2020. Dengan situasi itu, sehingga perlu pemahaman untuk semua pihak, baik peserta, penyelenggara, maupun stakeholder. “Dari rapat ini, perlu adanya kolaborasi, sehingga penyelanggaraan Pilkada ini dapat berjalan lancar," kata dia. Totok menambahakan, penanganan pelanggaran Covid-19 dalam perspektif Undang-Undang pemilihan masuk pada pelanggaran administrasi. Ia berharap kedepannya kerumunan massa atau kegiatan pada tahapan-tahapan yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan bisa dicegah bersama, jika tidak bisa dicegah maka kita beri tindakan. Di kesempatan yang sama, Anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Rembang, Nur Purnomo menjelaskan, kerumunan masih terlihat, bahkan masih timbul klaster terbaru. Pada tahapan penetapan dan pengundian nomor urut juga berpotensi menimbulkan kerumunan massa. “Kami minta untuk Tim Paslon agar intensif memberikan sosialisasi kepada pendukungnya untuk disiplin protokol kesehatan,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pengendali Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Aris Suryono juga menjelaskan perkembangan virus Covid-19 di Kabupaten Rembang, grafik di Rembang selalu ada peningkatan kasus, bahkan angka kematiannya."Rembang berada di zonasi risiko sedang atau orange, tapi mendekati merah,” jelasnya. Dibeberkan dia, warga yang positif Corona sudah mencapai ratusan, baik yang dengan gejala atau tanpa gejala. Ia menambahkan, jika melihat zonasi risiko sedang, risiko penyebarannya termasuk lumayan tinggi. Terkait Pilkada Rembang, ada tahapan krisis yang perlu diperhatikan, mulai pendaftaran, hingga kampanye. “Jangan sampai nanti ada klaster Pilkada,” ucapnya (*)
Tag
News