Bawaslu Tanamkan Kesadaran Demokrasi Sejak Dini
|
REMBANG - Di lapangan upacara SMK Muhammadiyah Gunem pagi itu, tampak berbeda dari biasanya. Barisan siswa berdiri rapi, seragam tersusun rapi, dan suasana upacara bendera berlangsung khidmat. Namun, bukan sekadar upacara rutin yang mereka ikuti. Di balik tiupan angin dan kibaran Sang Merah Putih, terselip pesan penting tentang masa depan demokrasi Indonesia, Senin (9/1).
Bawaslu Kabupaten Rembang hadir melalui program “Bawaslu Goes to School”, menjadikan kegiatan upacara sebagai media edukasi politik yang ringan namun bermakna. Program ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini kepada generasi muda tentang pentingnya peran mereka dalam menjaga kualitas Pemilu dan Pemilihan.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto, menyampaikan pesan yang menggugah semangat para siswa. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa para pelajar hari ini adalah pemilih pemula di masa depan, yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah bangsa.
Totok juga menyampaikan, bahwasannya kita sebagai pemilih bukan hanya jadi pemilih, akan tetapi harus bisa jadi pengawas partisipatif Pemilu dan Pemilihan. “Adik-adik semua bukan hanya calon pemilih, tetapi juga calon pengawas partisipatif. Kalian memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal proses Pemilu agar berjalan jujur, adil, dan bermartabat,” tuturnya di hadapan ratusan siswa.
Dengan bahasa yang sederhana dan penuh motivasi, Totok mengajak para siswa untuk tidak bersikap apatis terhadap politik. Ia menegaskan bahwa partisipasi aktif, kepedulian terhadap informasi yang benar, serta berkontribusi dalam menjaga integritas demokrasi.
Para siswa tampak menyimak dengan penuh perhatian. Beberapa di antaranya bahkan mengangguk pelan, seolah menyadari bahwa suara mereka kelak memiliki arti besar. Bagi sebagian besar siswa, ini menjadi pengalaman pertama mereka mendapatkan edukasi langsung dari lembaga pengawas Pemilu.
Kepala sekolah SMK Muhammadiyah Gunem, Muhammad Tomy Hijrianto menuturkan, bahawasannya pendekatan melalui upacara bendera dinilai efektif karena mampu menjangkau seluruh siswa secara serentak, tanpa mengurangi nilai kedisiplinan dan nasionalisme yang menjadi ruh utama kegiatan tersebut.
Program Bawaslu Goes to School ini menjadi bukti nyata komitmen Bawaslu Kabupaten Rembang dalam membangun budaya demokrasi yang sehat sejak bangku sekolah. Tidak hanya mengajarkan hak memilih, tetapi juga menanamkan kesadaran akan tanggung jawab sosial sebagai warga negara.
Melalui langkah sederhana di halaman sekolah, Bawaslu menanam benih kesadaran yang kelak diharapkan tumbuh menjadi generasi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Dari Gunem, pesan demokrasi itu bergema: masa depan Pemilu ada di tangan generasi muda hari ini.
Penulis : Ian
Foto : Bambang
Editor : Hanif