Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Rembang Tanamkan Disiplin Lewat Pelatihan Baris Berbaris

WhatsApp Image 2025-09-17 at 09.17.10 (1)

Bawaslu Kabupaten Rembang saat menyelenggarakan Pelatihan PBB di Halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Rembang, Selasa (16/9).

Rembang – Suara hentakan kaki terdengar kompak memenuhi halaman kantor Bawaslu Kabupaten Rembang, Selasa (16/9). Di bawah terik matahari yang hangat, para peserta tampak berbaris rapi, mengikuti setiap aba-aba yang lantang diteriakkan oleh Muhammad Yusuf selaku instruktur dari Pramuka Kwartir Cabang(Kwarcab) Rembang pada waktu itu. Pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang digelar pagi itu bukan sekadar latihan fisik, melainkan menjadi momentum membangun kedisiplinan dan kebersamaan di tubuh pengawas pemilu.

Jajaran staf sekretariat Bawaslu Rembang mengikuti dengan antusias yang tinggi. Gerakan serentak, sikap tegap, hingga langkah yang seirama mencerminkan filosofi bahwa pengawas pemilu harus bekerja secara kompak, taat aturan, dan penuh integritas.

Tawa kecil sesekali pecah saat barisan kurang kompak, namun seketika kembali menyatu dalam semangat. Dari gerakan-gerakan sederhana, tercermin upaya serius Bawaslu Rembang membangun karakter pengawas yang tangguh dan siap menjaga demokrasi.

Dengan langkah-langkah tegap dan semangat yang membara, pagi itu Ketua Bawaslu Rembang, Totok Suparyanto menegaskan dengan diselenggarakan Pelatihan PBB ini, Bawaslu Rembang bukan semata-mata kegiatan fisik atau rutinitas kedisiplinan, melainkan memiliki makna yang lebih mendalam. 

“PBB mencerminkan nilai-nilai dasar yang selaras dengan tugas dan tanggung jawab Bawaslu dalam mengawal demokrasi,” tegas Totok.

Terdapat lima nilai-nilai dasar yang ditegaskan Totok pada penyelenggaraan Pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Rembang ini.

Pertama, disiplin dan kepatuhan pada aturan, PBB menuntut ketepatan gerak dan kepatuhan terhadap aba-aba. Hal ini menjadi simbol bahwa setiap pengawas pemilu harus taat terhadap peraturan perundang-undangan dan kode etik dalam menjalankan tugas.

Kedua, kebersamaan dan soliditas, gerakan baris-berbaris tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan memerlukan kebersamaan, kekompakan, dan keselarasan. Ini mencerminkan pentingnya kerja sama antaranggota Bawaslu, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk membangun kekuatan kolektif dalam mengawasi pemilu.

Ketiga, ketegasan dan tanggung jawab, aba-aba dalam PBB harus dijalankan dengan tegas dan jelas. Hal ini melambangkan bagaimana Bawaslu harus bertindak tegas, berani mengambil keputusan, serta bertanggung jawab dalam menegakkan aturan pemilu.

Keempat, konsistensi dan integritas, Setiap gerakan PBB menuntut konsistensi yang sama sejak awal hingga akhir. Nilai ini selaras dengan integritas pengawas pemilu yang harus menjaga konsistensi sikap, jujur, dan tidak berpihak dalam mengawal proses demokrasi.

Kelima, pembentukan karakter kepemimpinan, PBB juga melatih sikap mental, kepemimpinan, serta kepekaan terhadap instruksi. Seorang pengawas pemilu dituntut mampu memimpin dengan bijaksana, sekaligus menjadi teladan dalam menjaga netralitas dan keadilan.

Pada sela-sela pelaksanaannya, salah satu peserta Aris Supriyanto mengungkapkan, PBB ini mengajarkan kita arti disiplin dan kebersamaan. Sama halnya dengan tugas pengawasan, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus rapi, solid, dan satu tujuan.

Pelatihan PBB ini diharapkan tidak hanya membekas di lapangan, tetapi juga tercermin dalam sikap sehari-hari seluruh jajaran sekretariat. Bahwa menjadi pengawas Pemilu bukan sekadar menjalankan aturan, melainkan juga menanamkan nilai disiplin, tegas, dan berintegritas.

WhatsApp Image 2025-09-17 at 09.17.11

Penulis & foto : Ian

Editor : Hanif