Bawaslu Rembang Perkuat Kualitas Pemberitaan melalui Humas Upgrade Series #1
|
REMBANG – Sebuah kegiatan kelembagaan tidak berhenti ketika acara selesai. Di balik setiap rapat, pengawasan, kajian, hingga interaksi dengan masyarakat, ada informasi yang perlu disampaikan kepada publik secara tepat, jelas, dan mudah dipahami.
Kesadaran inilah yang menjadi salah satu semangat Bawaslu Kabupaten Rembang saat mengikuti Humas Upgrade Series #1: Penulisan Berita Efektif yang diselenggarakan Bawaslu Republik Indonesia melalui Zoom Meeting, Senin (14/9).
Kegiatan tersebut diikuti oleh para pengelola kehumasan Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia. Untuk memperkaya perspektif jurnalistik, Bawaslu RI menghadirkan Vidi Vici Batlolone dari Kompas TV sebagai narasumber.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Bawaslu. Acara kemudian dibuka oleh Tenaga Ahli Bawaslu Republik Indonesia, Apriyanti Marwah.
Memasuki sesi materi, Regi, salah satu staf yang membidangi kehumasan, menyampaikan materi “Optimalisasi Pemberitaan Kelembagaan Bawaslu.”
Dalam materi tersebut ditekankan bahwa pemberitaan merupakan bagian dari tata kelola kehumasan yang berperan dalam menyampaikan informasi kelembagaan kepada publik. Pemberitaan tidak hanya berkaitan dengan penulisan, tetapi juga mencakup peliputan, penyuntingan, pengunggahan, dokumentasi, serta koordinasi pemberitaan.
Pesan penting lainnya adalah bahwa kuantitas dan kualitas harus berjalan beriringan. Produksi berita perlu memenuhi target dan konsisten dipublikasikan, namun tetap harus memenuhi standar jurnalistik, memiliki nilai berita, didukung dokumentasi yang representatif, serta diproses secara tepat waktu.
Bagi Bawaslu, setiap kegiatan pada dasarnya memiliki potensi untuk menjadi informasi publik. Namun, tidak semua kegiatan secara otomatis menjadi berita. Diperlukan kemampuan untuk melihat sisi yang memiliki nilai informasi bagi masyarakat, mulai dari fungsi pengawasan, momentum kelembagaan, program atau kebijakan baru, interaksi dengan masyarakat, hingga kegiatan lain yang memiliki nilai berita tinggi.
Sesi berikutnya menghadirkan Vidi Vici Batlolone dari Kompas TV dengan materi “Berita Pengawasan Pemilu Buat Media.” Ia mengajak para pengelola kehumasan Bawaslu melihat hasil kerja pengawasan sebagai sumber informasi dan pengetahuan yang memiliki nilai bagi media maupun masyarakat.
Hasil pengawasan, penindakan, kajian, temuan Bawaslu, laporan masyarakat, produk hukum, data dan angka, hingga hasil wawancara dapat menjadi bahan pemberitaan. Informasi tersebut perlu dikemas berdasarkan fakta dan dilengkapi konteks agar publik memperoleh gambaran yang utuh.
Dalam penulisan berita, Vidi menekankan pentingnya memperhatikan nilai berita, seperti informasi yang baru, berdampak, dekat dengan masyarakat, melibatkan tokoh atau lembaga strategis, memiliki unsur konflik, human interest, maupun keunikan.
Prinsip sederhana juga menjadi perhatian: berita harus faktual dan objektif, ringkas dan lugas, serta jelas. Bahasa jurnalistik perlu menghindari kalimat yang tidak diperlukan dan tidak berbunga-bunga agar informasi mudah dipahami serta tidak menimbulkan makna ganda.
Salah satu teknik dasar yang kembali ditekankan adalah piramida terbalik. Inti berita ditempatkan pada paragraf pertama, kemudian informasi pendukung disusun semakin ke bawah berdasarkan tingkat kepentingannya. Dengan struktur tersebut, berita menjadi lebih mudah dipahami pembaca sekaligus lebih mudah disunting oleh editor.
Lebih dari sekadar belajar menulis, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyamakan perspektif mengenai bagaimana kerja-kerja Bawaslu dapat diterjemahkan menjadi informasi publik yang berkualitas.
Sebab, pemberitaan Bawaslu bukan sekadar tentang menghasilkan sejumlah berita setiap bulan atau setiap tahun. Lebih jauh, pemberitaan merupakan bagian dari upaya memastikan informasi kelembagaan tersampaikan kepada publik secara tepat, berkualitas, dan konsisten.
Melalui Humas Upgrade Series #1, pengelola kehumasan Bawaslu Kabupaten Rembang diharapkan semakin mampu mengolah setiap kegiatan dan hasil kerja pengawasan menjadi informasi yang bernilai, informatif, serta relevan bagi masyarakat.
Pada akhirnya, ketika kerja pengawasan telah dilakukan, tugas berikutnya adalah memastikan publik mengetahui, memahami, dan mendapatkan informasi yang benar tentang kerja-kerja tersebut.
Penulis & Foto : Ian
Editor : Hanif