Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Rembang Ajak Blogger Ikut Awasi Pemilu

REMBANG -  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rembang mengajak komunitas Blogger Rembang (Gerbang) untuk ikut melakukan pengawasan Pemilu 2019. Hal ini untuk meminimalisir pelanggaran pada perhelatan lima tahunan tersebut. “Jumlah personel pengawas tidaklah banyak dibandingkan obyek pengawasan yang harus diawasi. Oleh karenanya, butuh partisipasi masyarakat untuk ikut mengawasi Pemilu ini, termasuk peran aktif dari para blogger,” kata Anggota Bawaslu Rembang, Amin Fauzi disela acara Sosialisasi Pengawasan Bersama Komunitas Blogger Rembang di Pendopo Kecamatan Rembang, Minggu (24/2). Dikatakan Amin, para blogger dianggap orang-orang yang melek terhadap informasi. Melalui blog maupun website yang dimiliki, mereka bisa menerbitkan tulisan-tulisan mengenai isu-isu kepemiluan secara positif, muapun menuliskan hasil pengawasan   tahapan-tahapan Pemilu yang berlangsung. “Jadi selain bisa memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kepamiluan, juga sebagai kontrol penyelenggara maupun peserta Pemilu,” kata dia. Materi yang bisa dituliskan melalui blog, tutur Amin, bisa menganai seruan anti money politic, anti hoax, pihak-pihak yang melanggar aturan kampanye, dan sebagainya. Dengan tulisan-tulisan itu, harapannya  bisa memberikan penyadaran kepada masyarakat agar  sama-sama ikut mengawal Pemilu yang bersih dan berintegritas. Sebab, lanjut Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Rembang ini, komitmen peserta Pemilu untuk mewujudkan kampanye yang besih dan berintegritas sudah mulai luntur. Buktinya, dalam tiga bulan terakhir, sudah ada lebih dari 14 ribu alat peraga kampanye (APK) yang ditertibkan jajaran Bawaslu karena melanggar aturan.   Dalam kesempatan tersebut, Amin juga berharap komunitas blogger agar ikut berperan dalam pencegahan berita hoax atau berita bohong dalam media sosial. Selain itu, masyarakat termasuk para komunitas blogger Rembang ini dipersilahkan lapor kepada Bawaslu Rembang apabila menemukan dugaan pelanggaran Pemilu dilingkungan masing-masing. “Bahkan masyarakat bisa memberikan informasi awal mengenai dugaan pelanggaran, informasi itu selanjutnya bisa ditindaklanjuti menjadi temuan Bawaslu,” ucap dia. Sementara itu, salah satu pegiat blogger Rembang, Tri Muda’i menambahkan, sekarang ini masyarakat sudah berubah pandangan mengenai media sosial,  dari yang semula menyenangkan menjadi menegangkan. Media sosial terkadang menjadi ajang untuk saling menghujat dan mengkritisi pribadi satu sama lain,  tanpa mempertimbangkan fakta yang terjadi.  “Kami menginginkan pengguna media sosial tidak menjadi individu yang anti hoax tetapi juga menjadi individu yang mau merubah berita tidak benar menjadi berita yang benar,” kata dia. (*)           
Tag
News