Bawaslu Edarkan Ratusan Buku Khotbah Pemilu
|
[caption id="attachment_1202" align="alignnone" width="1040"]
Anggota Bawaslu Rembang Ahmad Soffa menunjukkan buku Khotbah pemilu di kantornya, Kamis (11/4)[/caption]
REMBANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rembang mengedarkan ratusan buku khotbah Pemilu untuk empat agama. Buku itu diharapkan bisa dibacakan saat acara-acara keagamaan, agar materinya diresapi oleh para jamaah.
Ada empat komunitas agama yang diberikan buku khotbah Pemilu, yakni Islam, Katolik, Kristen Protestan, dan Buddha.
Anggota Bawaslu Rembang, Ahmad Soffa mengatakan, untuk agama Islam, Bawaslu menyebarkan sebanyak 294 eksemplar buku khotbah. Tiap-tiap buku berisi beberapa materi tentang khotbah kepemiluan. Buku itu dibagikan di 294 masjid di kabupaten ini. “Harapannya, buku itu digunakan sebagai materi khotbah Jumat menjelang Pemilu nanti,” kata dia.
Untuk buku khotbah Jumat agama Islam ada lima meteri yang termuat, meliputi bahaya politik uang dalam Pemilu, kampanye toleransi dan damai, landasan teologi pemilihan umum, memilih pemimpin yang amanah, dan menggunakan hak pilih dalam Pemilu.
Untuk buku khotbah agama Kristen Ptotestan terdiri dari tiga materi, yakni Partisipasi Kristen dalam memilih pemimpin yang negarawan, etika Kristen dan kepemiluan, serta Gereja, Politik, Demokrasi, dan Pemilu.
Sedangkan untuk buku khotbah agama Katolik, materinya meliputi Gereja, Negara, dan Bonum Commune, kampanye politik bersih, Pemilu sebagai momentum untuk memilih pemimpin terbaik, dan partisipasi aktif umat Katolik dalam mewujudkan Pemilu yang berkualitas.
Adapun untuk Agama Buddha materinya meliputi Landasan Dhamma dan Filosofis Berdemokrasi sesuai agama Buddha, akuntabilitas kepemimpinan, jadilah pemilih cerdas tolak politik uang, toleransi untuk mengatasi Isu SARA dan Hoax, dan partisipasi politik masyarakat Buddha di Indonesia. “Kami juga menyebarkan ratusan bulletin yang isinya materi keagamaan untuk Kristen, Katolik, dan Buddha,” kata dia.
Dalam penyusunan materi itu, lanjut Soffa, Bawaslu Rembang melibatkan Kementerian Agama Kabupaten Rembang.
Dikatakan Soffa, penyebaran buku khotbah ini bagian dari pendidikan politik yang diberikan Bawaslu Rembang kepada masyarakat. Menurut dia, tokoh agama adalah aktor penting dalam melakukan pendidikan politik masyarakat. Tokoh agama juga pelaku utama yang mampu menyampaikan pesan kedamaian antar umat beragama, terutama di tengah gejolak politik yang ada. “Oleh karena itu, kehadiran literasi damai dan menyejukkan sangat dibutuhkan,” ujar dia.
Menurut Soffa, buku-buku tersebut harapannya bisa menjadi referensi para tokoh agama dalam menyampaikan materi kepada masyarakat. (*)
Anggota Bawaslu Rembang Ahmad Soffa menunjukkan buku Khotbah pemilu di kantornya, Kamis (11/4)[/caption]
REMBANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rembang mengedarkan ratusan buku khotbah Pemilu untuk empat agama. Buku itu diharapkan bisa dibacakan saat acara-acara keagamaan, agar materinya diresapi oleh para jamaah.
Ada empat komunitas agama yang diberikan buku khotbah Pemilu, yakni Islam, Katolik, Kristen Protestan, dan Buddha.
Anggota Bawaslu Rembang, Ahmad Soffa mengatakan, untuk agama Islam, Bawaslu menyebarkan sebanyak 294 eksemplar buku khotbah. Tiap-tiap buku berisi beberapa materi tentang khotbah kepemiluan. Buku itu dibagikan di 294 masjid di kabupaten ini. “Harapannya, buku itu digunakan sebagai materi khotbah Jumat menjelang Pemilu nanti,” kata dia.
Untuk buku khotbah Jumat agama Islam ada lima meteri yang termuat, meliputi bahaya politik uang dalam Pemilu, kampanye toleransi dan damai, landasan teologi pemilihan umum, memilih pemimpin yang amanah, dan menggunakan hak pilih dalam Pemilu.
Untuk buku khotbah agama Kristen Ptotestan terdiri dari tiga materi, yakni Partisipasi Kristen dalam memilih pemimpin yang negarawan, etika Kristen dan kepemiluan, serta Gereja, Politik, Demokrasi, dan Pemilu.
Sedangkan untuk buku khotbah agama Katolik, materinya meliputi Gereja, Negara, dan Bonum Commune, kampanye politik bersih, Pemilu sebagai momentum untuk memilih pemimpin terbaik, dan partisipasi aktif umat Katolik dalam mewujudkan Pemilu yang berkualitas.
Adapun untuk Agama Buddha materinya meliputi Landasan Dhamma dan Filosofis Berdemokrasi sesuai agama Buddha, akuntabilitas kepemimpinan, jadilah pemilih cerdas tolak politik uang, toleransi untuk mengatasi Isu SARA dan Hoax, dan partisipasi politik masyarakat Buddha di Indonesia. “Kami juga menyebarkan ratusan bulletin yang isinya materi keagamaan untuk Kristen, Katolik, dan Buddha,” kata dia.
Dalam penyusunan materi itu, lanjut Soffa, Bawaslu Rembang melibatkan Kementerian Agama Kabupaten Rembang.
Dikatakan Soffa, penyebaran buku khotbah ini bagian dari pendidikan politik yang diberikan Bawaslu Rembang kepada masyarakat. Menurut dia, tokoh agama adalah aktor penting dalam melakukan pendidikan politik masyarakat. Tokoh agama juga pelaku utama yang mampu menyampaikan pesan kedamaian antar umat beragama, terutama di tengah gejolak politik yang ada. “Oleh karena itu, kehadiran literasi damai dan menyejukkan sangat dibutuhkan,” ujar dia.
Menurut Soffa, buku-buku tersebut harapannya bisa menjadi referensi para tokoh agama dalam menyampaikan materi kepada masyarakat. (*)
Tag
News