Lompat ke isi utama

Berita

Totok, Youth Election Fest adalah cara Bawaslu mengedukasi Pemilih Pemula agar berintegritas.

Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto saat membuka kegiatan Youth Election Fest 2024

Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto saat membuka kegiatan Youth Election Fest 2024

REMBANG - Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan integritas pemilih pemula, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar acara yang dinamakan Youth Election Fest “Sosialisasi Pengawas Partisipatif” yang digelar dalam bentuk lomba dance pelajar dan stand up commedy santri, pada Sabtu, (2/11)


Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya partisipasi dalam Pemilihan serta cara memilih yang bijak.


Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang mengatakan bahwa Pemilih pemula adalah pihak yang akan menggunakan hak pilihnya untuk kali pertama dalam penyelenggaraan Pemilihan tahun 2024.
 

Untuk itu mereka perlu mendapatkan edukasi agar menjadi pemilih yg berintegritas. Mereka memilih berdasarkan kualitas Paslon dan sesuai dengan apa yang mereka yakini.
 

“Kegiatan ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa pemilih pemula tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga memiliki pengetahuan yang cukup untuk membuat keputusan yang tepat. Kami ingin menanamkan nilai-nilai integritas dan tanggung jawab dalam diri mereka."
 

Dikesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Nur Kholiq menyatakan dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, ada 17 daerah yang dipilih untuk mengadakan event ini.
 

“Jadi kita sayembarakan, dasar untuk menentukan mana yang kita pilih, soal kreativitas dan inovasi yang bisa memberikan warna kearifan lokal. Rembang jadi daerah ke-16 dan sebagai penutup akan digelar di Kabupaten Karanganyar,” ucapnya.
 

Ia menyebut di Jawa Tengah terdapat sekira 28,4 Juta pemilih generasi Millenial dan Gen-Z. Menurutnya, perlu ada terobosan kegiatan yang bisa diterima oleh mereka.
 

“Kalau hanya sosialisasi bersifat dialogis, pasti akan monoton. Di Rembang ini ada stand up commedy santri, mungkin satu-satunya di Indonesia. Mereka tampil dengan topik-topik seputar anti politik uang, pengawasan dan demokrasi, agar issu-issu semacam ini dapat masuk ke pesantren,” kata Nur Kholiq.
 

Ia berharap keterlibatan anak-anak muda, akan meningkatkan kesadaran, sehingga dapat menekan pelanggaran.
“Apalagi ini memasuki masa-masa kritis, tanggal 10 – 23 November sudah rapat umum terbuka dan iklan kampanye di media. Pencegahan perlu digiatkan, sehingga tidak muncul pelanggaran,” pungkasnya.
 

Sementara itu Bupati Rembang yang saat itu diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan Dan Kesra Pemkab Rembang, Agus Salim mengingatkan anak-anak muda memahami visi misi pasangan calon, sebelum menentukan pilihan.
 

“Harus bisa bertindak selektif memilih pemimpin. Pahami pandangan yang dibawa pemimpin. Visi misi bisa dikatakan baik, apabila sesuai kebutuhan masyarakat dan dapat direalisasikan,” kata Agus membacakan sambutan Bupati.

Di akhir kegiatan, panitia mengumumkan pemenang lomba dance pelajar adalah juara satu SMA N I Lasem, juara dua SMA N I Sulang dan juara tiga SMA N 2 Rembang, harapan 1 SMKN 2 Rembang, harapan 2 MAN 2 Rembang.
 

Untuk juara stand up commedy santri, juara 1 Muhammad Adwiyanto, juara 2 Suluh Widigdo dan juara 3 Faisal Juniar, harapan 1 Abdul Aziz Irfan, harapan 2 M. Agung Arifin Syah.