Pojok Pengawasan : Merancang Role Model Kampung Pengawasan Partisipatif Berkelanjutan
|
REMBANG — Bawaslu Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan Literasi Pojok Pengawasan dengan tema “Merancang Role Model Pengawasan Partisipatif Berkelanjutan”.
“ada 4 catatan terkait kampung pengawasan. Pertama, belum adanya konsep yang baku untuk pengembangannya dan indikator keberhasilannya. Kedua, belum ada alokasi anggaran khusus. Ketiga,perbedaan pendekatan antara desa yang satu dengan desa yang lain. Keempat, terkait pola tindak lanjut. Selanjutnya jika sudah menemukan role model yang tepat, untuk batu ujinya pada masa non tahapan”, ujar Koordinator Divisi & Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Nur Kholiq, Senin (7/7).
“beberapa yang yang perlu diperhatikan atau menjadi point penting kegiatan Kampung Pengawasan Partisipatif. Pertama, Masyarakat harus sadar bahwa setiap Masyarakat berkewajiban didalam kegiatan pengawasan. Kedua, .Perguruan tinggi dapat menjadi mitra terkiat Pendidikan Pengawasan partisipatif. Ketiga, Menerima masukan dan kritikan kaitannya dengan Desa APU. Keempat, Peran pemerintah daerah terkait dana desa. Kelima, Memberikan pemetaan terkait Desa APU, sehingga mengatehaui perkembangannya“, Ujar Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat & Hubungan Masyarakat Bawaslu Provinsi DIY Umi Illiyina.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat & Hubungan Masyarakat Bawaslu Kudus Naily Fadila Sauta menyampaikan “sumbang saran terkait Role Model Kampung Pengawasan Partisipatif Berkelanjutan. Pertama, Penempatan Berdasarkan Kajian. Kedua, Pilot Project. Ketiga, Sosialisasi Berkala dan keempat, Pembentukan Relawan & Posko”. Tujuannya agar kegiatan Kampung Partisipatif dapat berjalan dengan baik.
“Ada beberapa konsep yang perlu diperhatikan terkiat cara mencari desa pengawasan Partisipatif. Pertama, Penetuan Kriteria (Tool of Assesment). Kedua, Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan. Ketiga, Pemetaan, Observasi dan Prospek Chemistry. Keempat, Koorinasi lanjut dan MOU/PKS. Kelima, RTL, teknis Jangka Pendek (Output) dan yang tearkhir RTL Jnagka Panjang (Outcome)”. Ujar Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat & Hubungan Masyarakat Bawaslu Kebumen Badruzaman.
Kegiatan Kampung Pengawasan partisipatif dapat merangkul pemerintah setempat, masyarakat lokal, perguruan tinggi serta komintas lokal sebagai mitra. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat berperan aktif dalam kegiatan pengawasan.(*)
Penulis : Inay
Foto : Ian
Editor : Tim Humas