Perkuat Lini Pengawas Partisipatif, Bawaslu Gelar Acara Berbasis Gender
|
[caption id="attachment_2934" align="alignnone" width="696"]
Bawaslu Rembang menyelenggarakan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan tema “Memperkuat Gerakan Pengawas Pemilu Partisipatif Berbasis Gender”, acara tersebut diselenggarakan di Hotel Pollos Rembang pada Rabu (16/11).[/caption]
Rembang – Bawaslu Rembang menyelenggarakan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan tema “Memperkuat Gerakan Pengawas Pemilu Partisipatif Berbasis Gender”, acara tersebut diselenggarakan di Hotel Pollos Rembang pada Rabu (16/11). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat lini Pengawasan Pemilu Partisipatif khususnya pengawasan berbasis gender.
Dalam sambutannya Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto berharap dengan diadakannya acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat agar berpartisipasi mengawasi penyelenggaraan Pemilu. Karena partisipasi masyarakat yang ideal lahir dari kesadaran, bukan dimobilisasi.
Pada acara tersebut Bawaslu Rembang mengundang dua narasumber yaitu Dr. Siti Malaiha Dewi, S,Sos. M.Si (Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Kudus), dan Dra Hj. Maria Ulfah, M.Si (Dosen di Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang/Pengasuh Ponpes Al-Hidayat Lasem).
[caption id="attachment_2935" align="alignnone" width="696"]
Dr. Siti Malaiha Dewi, S,Sos. M.Si saat memberikan materi pada Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan tema “Memperkuat Gerakan Pengawas Pemilu Partisipatif Berbasis Gender”.[/caption]
Pada kesempatan tersebut, Siti Malaiha Dewi menjelaskan pentingnya pengawas partisipatif dalam penyelenggaran Pemilihan Umum yaitu melindungi hak politik masyarakat, mewujudkan Pemilu yang berintegritas, mewujudkan pemimpin yang sesuai dengan keinginan masyarakat dan meminimalisir terjadinya jeni-jenis pelanggaran Pemilu.
“Maka diharapkan masyarakat agar ikut andil dalam kegiatan pengawasan partisipatif, khususnya perempuan. Kenapa harus perempuan? Karena perempuan saat ini rentan dijadikan sasaran praktik pelanggaran Pemilu,” imbuh Dewi.
Ia juga menambahkan faktor apa saja yang menjadikan perempuan sebagai sasaran pelanggaran Pemilu. “Perempuan rentan menjadi sasaran pelanggaran Pemilu, karena perempuan cenderung kurang memahami tentang jenis-jenis pelanggaran Pemilu dan takut untuk melaporkan jika terjadi pelanggaran”,tambahnya.
[caption id="attachment_2936" align="alignnone" width="696"]
Dra Hj. Maria Ulfah, M.Si saat memberikan materi pada Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan tema “Memperkuat Gerakan Pengawas Pemilu Partisipatif Berbasis Gender”.[/caption]
Pada kesempatan yang sama, Maria Ulfa menjelaskan pentingnya masyarakat dalam pengawasan partisipatif. “Masyarakat perlu ikut serta dalam pengawasan partisipatif untuk meningkatkan fungsi pencegahan dan pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu”, jelas Ulfa.
“Keterlibatan masyarakat sangat diperlukan sebagai langkah yang tepat dalam mewujudkan Negara yang demokratis dan menghasilkan pemimpin yang amanah berdasarkan pilihan masyarakat luas”, imbuhnya.
Dalam penjelasannya, ia juga menjelaskan tentang pentingnya peran perempuan dalam kegiatan pengawasan partisipatif. “Penting untuk perempuan terlibat aktif dalam mengawasi proses dan hasil Pemilu maupun Pilkada agar terpilih pemimpin yang baik melalui proses yang menghargai kemurnian suara rakyat”, tandasnya.
“Selain perempuan, generasi milenial pun perlu ikut andil juga pada pengawasan partisipatif, agar mendidik generasi muda untuk mengenal tentang pentinya pengawasan partisipatif. Karena, generasi milenial lebih responsif dan lebih kreatif dalam menciptakan suasana pengawasan dan tidak kaku dalam menyampaikan beberapa aspek pengawasan”, tambah Ulfa.(*)
Bawaslu Rembang menyelenggarakan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan tema “Memperkuat Gerakan Pengawas Pemilu Partisipatif Berbasis Gender”, acara tersebut diselenggarakan di Hotel Pollos Rembang pada Rabu (16/11).[/caption]
Rembang – Bawaslu Rembang menyelenggarakan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan tema “Memperkuat Gerakan Pengawas Pemilu Partisipatif Berbasis Gender”, acara tersebut diselenggarakan di Hotel Pollos Rembang pada Rabu (16/11). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat lini Pengawasan Pemilu Partisipatif khususnya pengawasan berbasis gender.
Dalam sambutannya Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto berharap dengan diadakannya acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat agar berpartisipasi mengawasi penyelenggaraan Pemilu. Karena partisipasi masyarakat yang ideal lahir dari kesadaran, bukan dimobilisasi.
Pada acara tersebut Bawaslu Rembang mengundang dua narasumber yaitu Dr. Siti Malaiha Dewi, S,Sos. M.Si (Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Kudus), dan Dra Hj. Maria Ulfah, M.Si (Dosen di Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang/Pengasuh Ponpes Al-Hidayat Lasem).
[caption id="attachment_2935" align="alignnone" width="696"]
Dr. Siti Malaiha Dewi, S,Sos. M.Si saat memberikan materi pada Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan tema “Memperkuat Gerakan Pengawas Pemilu Partisipatif Berbasis Gender”.[/caption]
Pada kesempatan tersebut, Siti Malaiha Dewi menjelaskan pentingnya pengawas partisipatif dalam penyelenggaran Pemilihan Umum yaitu melindungi hak politik masyarakat, mewujudkan Pemilu yang berintegritas, mewujudkan pemimpin yang sesuai dengan keinginan masyarakat dan meminimalisir terjadinya jeni-jenis pelanggaran Pemilu.
“Maka diharapkan masyarakat agar ikut andil dalam kegiatan pengawasan partisipatif, khususnya perempuan. Kenapa harus perempuan? Karena perempuan saat ini rentan dijadikan sasaran praktik pelanggaran Pemilu,” imbuh Dewi.
Ia juga menambahkan faktor apa saja yang menjadikan perempuan sebagai sasaran pelanggaran Pemilu. “Perempuan rentan menjadi sasaran pelanggaran Pemilu, karena perempuan cenderung kurang memahami tentang jenis-jenis pelanggaran Pemilu dan takut untuk melaporkan jika terjadi pelanggaran”,tambahnya.
[caption id="attachment_2936" align="alignnone" width="696"]
Dra Hj. Maria Ulfah, M.Si saat memberikan materi pada Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan tema “Memperkuat Gerakan Pengawas Pemilu Partisipatif Berbasis Gender”.[/caption]
Pada kesempatan yang sama, Maria Ulfa menjelaskan pentingnya masyarakat dalam pengawasan partisipatif. “Masyarakat perlu ikut serta dalam pengawasan partisipatif untuk meningkatkan fungsi pencegahan dan pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu”, jelas Ulfa.
“Keterlibatan masyarakat sangat diperlukan sebagai langkah yang tepat dalam mewujudkan Negara yang demokratis dan menghasilkan pemimpin yang amanah berdasarkan pilihan masyarakat luas”, imbuhnya.
Dalam penjelasannya, ia juga menjelaskan tentang pentingnya peran perempuan dalam kegiatan pengawasan partisipatif. “Penting untuk perempuan terlibat aktif dalam mengawasi proses dan hasil Pemilu maupun Pilkada agar terpilih pemimpin yang baik melalui proses yang menghargai kemurnian suara rakyat”, tandasnya.
“Selain perempuan, generasi milenial pun perlu ikut andil juga pada pengawasan partisipatif, agar mendidik generasi muda untuk mengenal tentang pentinya pengawasan partisipatif. Karena, generasi milenial lebih responsif dan lebih kreatif dalam menciptakan suasana pengawasan dan tidak kaku dalam menyampaikan beberapa aspek pengawasan”, tambah Ulfa.(*)Tag
News