Lompat ke isi utama

Berita

Hadirkan Sejarah Pengawas Pemilu, Bawaslu Rembang Luncurkan Buku

[caption id="attachment_2740" align="alignnone" width="1280"] Bawaslu Kabupaten Rembang sedang melakukan sesi foto bersama di acara peluncuran buku yang berjudul "Pengawas Pemilu Dari Masa Ke Masa, Sejarah Pengawas Pemilu Kabupaten Rembang, 2004-2023" di Gedung Theater sebelah timur pendopo Museum RA. Kartini, pada Kamis (11/8)[/caption] Rembang – Bawaslu Kabupaten Rembang menggelar kegiatan peluncuran sekaligus bedah Buku Sejarah Pengawas pemilu dengan judul “ Pengawas Pemilu Dari Masa Ke Masa, Sejarah Pengawas Pemilu Kabupaten Rembang, 2004 - 2023”. Kegiatan peluncuran buku Sejarah Pengawas pemilu digelar di Gedung Theater sebelah timur pendopo Museum RA. Kartini Rembang pada, Kamis (11/8). Pada kesempatan peluncuran buku ini menghadirkan para senior/mantan pengawas pemilu di Kabupaten Rembang. Selain itu, hadir pula KPU Kabupaten Rembang, Dinas Kearsipan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Ormas, serta beberapa media. Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto menjelaskan, buku ini diterbitkan untuk mengabadikan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada pelaksanaan pemilu dan pemilihan di Kabupaten Rembang sejak periode 2004 hingga 2020 dengan masing-masing dinamika. “Bawaslu Kabupaten Rembang berusaha menuliskan fenomena-fenomena yaang menarik terkait pengawasan pemilu dan pemilihan dari masa ke masa dengan dinamika yang berbeda, tergantung orang akan memanfaatkan buku ini menjadi literasi,”ungkap Totok saat pembukaan bedah buku. Dijelaskan dia, buku sejarah tentang pengawasan pemilu dan pemilihan tersebut ditulis berdasarkan data dan fakta serta informasi yang bersumber dari pelaku sejarah pengawas pemilu dan pemilihan di Kabupaten Rembang. [caption id="attachment_2738" align="alignnone" width="1280"] Bisri Adib sebagai narasumber ketika memberikan doa untuk buku Pengawas Pemilu dari masa ke masa saat peluncuran Buku yang diadakan oleh Bawaslu Kabupaten Rembang di Gedung Theater sebelah timur pendopo Museum RA. Kartini, pada Kamis (11/8)[/caption] Sementara itu, penulis buku, Bisri Adib yang menjadi narasumber acara itu, menilai bahwa kehadiaran buku ini sebagai langkah awal yang bagus. Ia menjelaskan sebuah buku, apapun buku itu, adalah suatu yang sangat penting dibidangnya, tidak hanya menjadi warisan generasi berikutnya tapi turut menentukan peradaban yang akan datang. Dari buku ini, ia menekankan, apabila masyarakat tidak bisa membaca penyelesaian masalah yang diselesaikan oleh Bawaslu secara detail, dari buku ini, setidaknya dapat membaca angka-angka yang muncul dan membayangkan tentang masa lalu kemudian bisa menentukan apa yang akan dilakukan untuk masa depan nanti. Adib memberikan masukan terkait disisipkannya cerita singkat yang lucu, dan menarik di buku sejarah ini, bila ada revisi. “Apabila Bawaslu Kabupaten Rembang membuat buku lagi, diselipkan cerita singkat yang lucu, dan menarik namun, tetap disisipkan data dibelakangnya,” jelas Bisri. [caption id="attachment_2739" align="alignnone" width="1600"] Afif Hartiyadi sebagai narasumber membagi pengalaman saat acara launching buku yang digelar oleh Bawaslu kabupaten Rembang di di Gedung Theater sebelah timur pendopo Museum RA. Kartini, pada Kamis (11/8)[/caption] Selain itu, pengamat politik, Afif hartiyadi yang juga sebagai narasumber berharap Bawaslu Kabupaten Rembang nantinya membuat buku-buku pengawasan dengan gaya naratif lainnya. Afif Hartiyadi mengungkapkan dengan adanya buku-buku seperti ini, dapat membayangkan masa lalu yang terarah dengan cara membaca. “Sepahit-pahitnya tidak ada, lebih baik ada, meski pahit. Sama hal nya dengan buku ini, membacanya dapat membuat lamunan kita punya arah, apabila terdapat data angka-angka maka tidak sampai tinggi ekspektasi,” jelasnya. “Seperti pedagang pasar, meskipun hafal harga, namun tetap ditulis, meski pakai kertas bekas,” lanjutnya. Terkait isi buku sejarah tersebut, anggota Bawaslu Kabupaten Rembang, Amin Fauzi selaku editor penyusunan buku ini, menjelaskan beberapa substansi inti dari buku ini diantaranya, terkait tentang aspek-aspek dinamika pengawas pemilu yang terjadi dari masa ke masa, lalu menyampaikan juga beberpa kejadian yang menarik dalam pelaksanaan pengawasan pemilu dan pemilihan Ia menambahkan, buku ini juga dilengkapi dengan profil kelembagaan dan profil anggota panitia pengawas pemilu dan Bawaslu Kabupaten Rembang pada setiap periode nya, sehingga dapat memberikan tambahan refrensi di bidang kepemiluan. “Ini merupakan buku kedua yang telah kita buat, semoga buku ini bisa menjadikan refrensi atau bahan yang akan dikaji sebagai proses pengawasan,” tandasnya. Amin menjelaskan, tim penulis buku mulai melakukan penusunan sejak awal tahun 2022. Penyusunan buku dilakukan dengan melakukan perencanaan, diskusi, riset, buka-buka arsip serta melakukan wawancara langsung dengan anggota pengawas pemilu. Lebih lanjut, amin menjelaskan, buku ini merupakan upaya Bawaslu Kabupaten Rembang untuk melakukan literasi atau edukasi untuk masyarakat. “Kami tidak hanya menjalankan tugas penindakan pelanggaran, mencatat data hasil pengawasan, ataupun proses penyelesaian sengketa, namun juga memberikan edukasi serta literasi bagi masyarakat,” tambahnya. Pada akhir acara diberikan juga kesempatan kepada para pengawas senior untuk memberikan testimoni sekaligus berbagi pengalaman sebagai pengawas pemilu serta melakukan foto bersama serta ditutup dengan pemberian buku sejarah pengawas pemilu kepada para tamu undangan dilanjutkan sesi foto bersama. (*)
Tag
News