Datangi MAN 2 Rembang, Bawaslu Beri Edukasi Pemilih Pemula
|
[caption id="attachment_2724" align="alignnone" width="1280"]
Anggota Bawaslu Kabupaten Rembang, M. Maftuhin saat memberikan materi pada acara goes to school di MAN 2 Rembang, pada Jum'at (22/7).[/caption]
Rembang – Bawaslu Kabupaten Rembang mengunjungi MAN 2 Rembang, guna memberikan edukasi kepada pemilih pemula dalam berdemokrasi dan kepengawasan pemilu.
Acara "Bawaslu Rembang Goes to School" itu di ikuti oleh siswa-siswi kelas dua belas diselenggarakan di Kelas XII IPA III MAN 2 Rembang, pada Jum’at (22/07).
Pembina OSIS MAN 2 Rembang, Ahmad Khoiron menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan Bawaslu Kabupaten Rembang tersebut, karena para siswa-siswi sebagai pemilih pemula dapat memahami bagaimana proses demokrasi yang ada di Indonesia.
“Saya turut berterimakasih dengan datangnya Bawaslu Kabupaten Rembang ini, para siswa-siswi sebagai pemilih pemula dapat memahami bagaimana proses demokrasi yang ada di Indonesia”, ucap Khoiron.
Anggota Bawaslu Kabupaten Rembang M. Maftuhin mengatakan bahwa kegiatan ini dimaksud untuk mendekatkan diri dengan para siswa yang sudah berumur tujuh belas tahun, guna mengajarkan ilmu kepengawasan pemilu kepada para pemilih pemula khususnya di Kabupaten Rembang.
Ia menjelaskan tentang pentingnya pengawasan pemilu supaya penyelenggaraannya tetap dalam asas demokrasi dan sesuai dengan Peraturan yang ada. “Pemilu perlu diawasi, supaya pemilu tetap dalam asas demokrasi dan sesuai dengan Peraturan yang ada”, jelasnya.
Maftuhin juga menyampaikan kepada para siswa-siswi agar tidak menjadi pemilih saja tetapi juga berani melaporkan dugaan pelanggaran yang terjadi pada setiap tahapan pemilu .
“Kami sampaikan kepada siswa-siswi, agar tidak menjadi pemilih saja, akan tetapi juga berani melapor jika terdapat pelanggaran Pemilu”. tutur Maftuhin.
Selain menekankan pentingnya pengawasan, Maftuhin juga menyinggung tentang bahaya money politic, dimana sampai sekarang persoalan tersebut belum selesai.
Ia menjelaskan bahwa, calon pemimpin yang menggunakan money politic, perlu mengeluarkan biaya yang banyak, sehingga biaya politiknya menjadi mahal.
"Apabila calon pemimpin tersebut terpilih, besar kemungkinan dia mengambil uang rakyat untuk mengembalikan dana yang sudah digelontorkan dengan cara korupsi" tandasnya.
Dengan mengetahui bahaya money politik tersebut, harapannya, para siswa menolak money politik dan melaporkan bila melihat pelanggaran tersebut. (Ian)
Anggota Bawaslu Kabupaten Rembang, M. Maftuhin saat memberikan materi pada acara goes to school di MAN 2 Rembang, pada Jum'at (22/7).[/caption]
Rembang – Bawaslu Kabupaten Rembang mengunjungi MAN 2 Rembang, guna memberikan edukasi kepada pemilih pemula dalam berdemokrasi dan kepengawasan pemilu.
Acara "Bawaslu Rembang Goes to School" itu di ikuti oleh siswa-siswi kelas dua belas diselenggarakan di Kelas XII IPA III MAN 2 Rembang, pada Jum’at (22/07).
Pembina OSIS MAN 2 Rembang, Ahmad Khoiron menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan Bawaslu Kabupaten Rembang tersebut, karena para siswa-siswi sebagai pemilih pemula dapat memahami bagaimana proses demokrasi yang ada di Indonesia.
“Saya turut berterimakasih dengan datangnya Bawaslu Kabupaten Rembang ini, para siswa-siswi sebagai pemilih pemula dapat memahami bagaimana proses demokrasi yang ada di Indonesia”, ucap Khoiron.
Anggota Bawaslu Kabupaten Rembang M. Maftuhin mengatakan bahwa kegiatan ini dimaksud untuk mendekatkan diri dengan para siswa yang sudah berumur tujuh belas tahun, guna mengajarkan ilmu kepengawasan pemilu kepada para pemilih pemula khususnya di Kabupaten Rembang.
Ia menjelaskan tentang pentingnya pengawasan pemilu supaya penyelenggaraannya tetap dalam asas demokrasi dan sesuai dengan Peraturan yang ada. “Pemilu perlu diawasi, supaya pemilu tetap dalam asas demokrasi dan sesuai dengan Peraturan yang ada”, jelasnya.
Maftuhin juga menyampaikan kepada para siswa-siswi agar tidak menjadi pemilih saja tetapi juga berani melaporkan dugaan pelanggaran yang terjadi pada setiap tahapan pemilu .
“Kami sampaikan kepada siswa-siswi, agar tidak menjadi pemilih saja, akan tetapi juga berani melapor jika terdapat pelanggaran Pemilu”. tutur Maftuhin.
Selain menekankan pentingnya pengawasan, Maftuhin juga menyinggung tentang bahaya money politic, dimana sampai sekarang persoalan tersebut belum selesai.
Ia menjelaskan bahwa, calon pemimpin yang menggunakan money politic, perlu mengeluarkan biaya yang banyak, sehingga biaya politiknya menjadi mahal.
"Apabila calon pemimpin tersebut terpilih, besar kemungkinan dia mengambil uang rakyat untuk mengembalikan dana yang sudah digelontorkan dengan cara korupsi" tandasnya.
Dengan mengetahui bahaya money politik tersebut, harapannya, para siswa menolak money politik dan melaporkan bila melihat pelanggaran tersebut. (Ian)Tag
News