Lompat ke isi utama

Berita

BAWASLU REMBANG KENALKAN PENDIDIKAN PEMILU DAN PEMILIHAN DI SMP N 1 PANCUR

Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto saat menjadi narasumber, pada Senin (2/9)

Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto saat menjadi narasumber, pada Senin (2/9)

REMBANG — Bawaslu Kabupaten Rembang menjadi narasumber program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 1 Pancur pada Senin (2/9). Acara ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa-siswi tentang pentingnya proses pemilu dan pemilihan, serta peran mereka sebagai warga negara yang aktif.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII dan IX SMP N 1 Pancur. “Nantinya anak-anak akan menyelenggarakan Pemilihan Ketua OSIS, kegiatan diharapkan bisa memberikan gambaran," kata salah satu guru pendamping.

Ketua Bawaslu Rembang Totok Suparyanto dalam paparannya menyampaikan, pentingnya pemahaman tentang praktek demokrasi yang mengedepankan musyawarah. "Kami ingin memastikan bahwa generasi muda, terutama pelajar, memahami bahwa musyawarah sebagai jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan,“ kata Totok.

Acara ini terbagi menjadi dua sesi, termasuk presentasi interaktif tentang tahapan pemilu, pemilihan umum, serta mekanisme pemilihan umum yang fair dan transparan. Selain itu, siswa-siswi juga diajak berpartisipasi dalam simulasi pemilu, di mana mereka belajar tentang tata cara pemungutan suara, hak dan kewajiban pemilih, serta pentingnya memilih calon yang tepat. Salah satunya yakni pemilihan Ketua Osis.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat lebih memahami dan menghargai proses demokrasi. Kami juga ingin menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan tanggung jawab sebagai calon pemilih di masa depan," tambah Totok.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu Rembang untuk meningkatkan kesadaran politik dan demokrasi di kalangan generasi muda. Dengan adanya pendidikan pemilu yang lebih awal, diharapkan akan terbentuk masyarakat yang lebih kritis dan berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi di masa depan, dengan Pancasila sebagai jiwa.